"Setiap tahunnya tuh saya selalu menunggu. 'Ini Danur mau ada lanjutannya enggak ya?' Karena setiap ada tawaran yang datang pun, 'Mau enggak main film horor?', 'Enggak deh, soalnya masih nunggu Danur'," sambung Prilly.
Setelah kembali dihubungi oleh sang produser, Manoj Punjabi, Prilly mengaku sangat antusias untuk menjalani proses syuting.
Namun, ia sempat kaget setelah membaca dengan saksama naskah dari film bagian terakhir ini. Sebab, ia ditantang menjalani adegan horor yang lebih brutal dari keluaran sebelumnya.
"Pertama reaksinya beda-beda. Pertama reaksinya kayak, 'Astagfirullahaladzim ini gimana syutingnya?'. Karena bisa dilihat ya kepala saya putus gitu ya. Terus saya di dalam peti. Jadi kayak ya Allah gimana syutingnya, malas syutingnya," ungkapnya.
"Tapi reaksi keduanya, 'Duh tapi ini kalau beneran kayak gini seru banget sih' Pengen banget bisa ngelihat saya bisa ngelakuin adegan ini. Habis itu reaksi ketiganya, 'Hah ini beneran terakhir?'. Sedih banget kayak enggak rela kalau ini adalah yang terakhir," tandas Prilly.
(kha)