Ki Reman juga menjelaskan bahwa tidak semua orang langsung memiliki energi pelet alami yang aktif. Gangguan non-medis, trauma batin, atau aura yang tertutup dapat menghambat pancaran energi tersebut.
Karena itu, diperlukan proses pembersihan dan penyelarasan agar potensi batin seseorang dapat kembali muncul secara optimal.
Menutup pembahasan, Ki Reman mengingatkan bahwa penggunaan ilmu pelet harus disertai tanggung jawab moral. Ia membedakan praktik pelet berdasarkan niat dan dampaknya, mulai dari yang bersifat putih hingga abu-abu.
Selama digunakan untuk tujuan baik, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperbaiki kualitas diri, pelet alami dapat menjadi sarana penguatan energi positif, bukan alat untuk merugikan orang lain.
Penjelasan lebih detail terkait pelet alami ini dapat Anda tonton di Channel YouTube @robbypurbaofficial.**
(SIS)