Lebih lanjut, kata Santo, laporan ini dibuat guna memberi efek jera kepada Anrez serta menjadi pembelajaran bagi banyak laki-laki.
Apalagi, ia menegaskan hubungan badan kliennya dengan sang aktor murni bukan kemauan sendiri melainkan hasil bujuk rayu pelaku.
"Ini harus kita buat menjadi pembelajaran supaya laki-laki bertanggung jawab kepada semua apa yang dia lakukan. Supaya perempuan-perempuan juga memperoleh hak-haknya," jelasnya.
"Jadi yang namanya perbuatan itu tentu pasti ada bujuk rayu,Tentu pasti ada tipu daya. Tentu pasti ada janji-janji. Tidak ada perempuan yang mau dengan keinginannya sendiri sehingga dia sampai hamil, kan tidak ada. Jadi kita juga harus memahami itu," tutur Santo.
(kha)