JAKARTA - Vadel Badjideh mengungkapkan kebenciannya terhadap diri sendiri setelah tersandung kasus asusila anak di bawah umur hingga mendapat tunttan 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Hal ini disampaikan Vadel setelah menjalani sidang pembacaan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia juga meminta publik untuk berhenti menghujat keluarganya.
"Boleh banget mengkritik, tapi ingat saya punya keluarga. Pikirkan ibu dan ayah saya. Bukan cuma kalian yang benci, saya juga membenci diri saya sendiri. Kenapa bisa ada Vadel yang kemarin? Saya melihat yang kemarin, itu bukan diri yang saya inginkan. Jadi, saya mohon lah, saya mau berkarya dan menghibur lagi. Saya mau nge-dance dan membanggakan bangsa Indonesia," kata Vadel Badjideh.
Kuasa hukum Vadel Badjideh, Oya Abdul Malik, menjelaskan suasana sidang ketika Vadel membacakan pleidoinya. Dia menyebut momen itu berlangsung haru lantaran Vadel berharap mendapat hukuman yang adil.
"Dia menangis ya waktu membaca pledoi. Ya anak usia remaja beranjak dewasa yang tidak berpikir akibat apa dari perbuatannya, tapi balik lagi tadi dia menyampaikan bahwa dia bangun di sepertiga malam untuk mohon ampun dan dia mengadukan orang-orang yang ikut menzalimi dia," beber Oya.
"Seperti saya bilang, Tuhan lebih sayang kepada hamba-Nya yang bertobat meskipun dia pendosa," sambungnya.
Di sisi lain, Oya Abdul Malik mengaku cukup puas setelah pihaknya menyampaikan nota pembelaan. Apalagi, jaksa penuntut umum juga tertarik menjawab (replik) pembelaan dari Vadel pada sidang pekan depan.
"Saya cuma berpikir berarti kan dia merasa harus menjawab atas apa yang kami bacakan tadi ya. Jadi, buat saya menarik ini. Ya jawab deh apa yang tadi kita sampaikan. Kan memang harus tanya jawab dulu semuanya sampai clear sampai hakim bisa melihat dari dua sisi yang baik," pungkasnya.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri