Jeffrey sendiri menjadi ikon dalam komunitas tersebut. Dia didapuk oleh 3 sosok pemrakarsa KJTS, yaitu Dinni Deniasti Atiek, Irfan Santoso, dan Wita Wibisono.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Agus Darmanto, berharap peluncuran KJTS menjadi titik kebangkitan musik jazz di kota dengan jumlah penduduk sekira 1,4 juta jiwa ini.
"Ini merupakan tonggak bertumbuhnya kembali jazz di Kota Tangsel. Kita tahu bahwa jazz Tangsel ini dulu sempat jaya, tadi sudah disampaikan oleh teman-teman KJTS, dan ini menjadi salah satu 17 subsektor ekonomi kreatif, terutama musik. Nah ini perlu kita kembangkan," terangnya.
Dia sendiri segera menyiapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan komunitas jazz, misalnya dengan menggelar event rutin tiap bulanan walaupun kemampuan anggaran pemerintah kian terbatas akibat efisiensi.
"Untuk yang sekarang ini pertama kali, tapi akan dibuat perbulan (berikutnya)," jelasnya.
(kha)