JAKARTA - Idol K-Pop tersandung kasus kejahatan seksual akan dibahas dalam artikel ini. Kerasnya cancel culture di Korea Selatan memaksa para idol tersebut mundur dari grupnya hingga pensiun menjadi artis tanpa ada kesempatan untuk comeback.
Pada 28 Agustus 2024, SM Entertainment mengumumkan, Moon Taeil telah mundur dari NCT. Alasannya, karena dia diduga melakukan pelecehan seksual. Kepolisian Bangbae mengatakan, korban melaporkan Taeil atas dugaan kejahatan seksual sejak Juni 2024.
Sempat tersiar kabar bahwa Taeil melakukan kejahatan seksual pada remaja pria, namun dibantah oleh kepolisian. Polisi juga menyebut, Taeil sudah menjalani pemeriksaan perdana terkait tersebut pada 28 Agustus silam. Kasusnya masih ditangani pihak kepolisian.
Kim Himchan diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang perempuan pada Mei 2022. Mantan personel B.A.P tersebut mengundang korban ke rumahnya, lalu merekam kegiatan intim mereka secara diam-diam. Sebulan kemudian, dia mengirim video tersebut kepada korban.
Pada April 2024, dua perempuan melaporkan Himchan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual di depan sebuah bar di kawasan Hannam-dong, Seoul. Aksi tak senonoh itu dilakukannya saat kedua korban dalam keadaan mabuk. Atas dua kejahatan seksual itu, dia dijatuhi hukuman 3 tahun penjara ganti masa percobaan selama 5 tahun.
Menariknya, vonis itu diterima Himchan setelah merampungkan masa tahanannya selama 10 bulan imbas kasus kekerasan seksual. Dia melakukan aksi tak senonoh itu pada korban yang merupakan seorang perempuan muda di Namyang-ju, Gyeonggi-do, pada Juli 2018. Dia bebas dari penjara pada Desember 2023, sebelum akhirnya kembali tersandung kasus serupa.
Pada 9 Mei 2019, Choi Jong Hoon ditahan atas tiga kejahatan seksual sekaligus yang dilakukannya pada 2016. Kasus itu adalah kekerasan seksual, merekam aktivitas seksual menggunakan kamera tersembunyi, dan menyebar konten pornografi di grup chat.
Dalam persidangan, Hakim Ketua menjatuhkan vonis 2 tahun 6 bulan penjara dipotong masa tahanan kepada mantan personel FT Island itu. Hakim juga mewajibkan dirinya menjalani terapi seksual dan dilarang bekerja di sekitar anak dan remaja. Pada 8 November 2021, dia akhirnya bebas dari penjara.