JAKARTA - Kakak Nanie Darham, Indrie Darham menyebut, adanya kejanggalan di balik kematian adiknya. Diketahui Nanie menjalani sedot lemak di sebuah klinik di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada 21 Oktober 2021 berujung pada kematian.
Pihak keluarga ngotot membawa perkara ini kejalur hukum dan kini tengah diproses di Polres Metro Jakarta Selatan. Setelah pihaknya melayangkan laporan pada 21 Oktober 2023.
"Pasti pasti, kalau tidak ada kejanggalan kami tidak ambil langkah ini. Menurut kami langkah kami ini langkah yang berat, adik saya diotopsi segala macem, ini udah berat," kata Indrie Darham saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan.

Tak cuma itu, keputusan membawa perkara ini kejalur hukum ini, tentunya ingin memperjuangkan keadilan bagi adiknya, Nanie Darham. Karena bintang film Air Terjun Pengantin itu merupakan sosok baik hati semasa hidupnya.
"Karena kami pengen keadilan, saya tau adik saya adalah orang yang baik hati dan kuat pasti pengen keadilan," ucap Indrie Darham.
Selain memperjuangkan keadilan, Indrie menegaskan, keputusan membawa perkara ini kejalur hukum. Tentunya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk berhati-hati dalam melakukan sedot lemak.
"Kami tidak ingin kalau ini sesuatu hal yang wajar bagi klinik tersebut, berati ada korban sebelumnya. Saya tidak mau ada korban lagi kedepannya, mungkin ini bisa jadi pelajaran buat masyarakat," tutur Indrie Darham.
BACA JUGA:
Adanya kejanggalan itu, pihak keluarga menempuh upaya hukum di Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan itu, teregister dengan nomor LP/B/3201/X/2023/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya pada 22 Oktober 2023.
Sejauh ini, Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sudah memeriksa 11 saksi terkait, atas kematian Nanie Darham pada 21 Oktober 2023 lalu, diduga menjadi korban malapraktik operasi sedot lemak.
Saksi-saksi diperiksa merupakan dokter, perawat, bagian pendaftaran operasi hingga pihak keluarga.
(aln)