JAKARTA - Indonesia yang menjadi tuan rumah dalam acara festival film Jakarta World Cinema Week (JWCW). Di tahun keduanya ini, JWCW menghadirkan 90 Film dari 54 negara.
Prisia Nasution sebagai sutradara film Melukis Luka dan juga bintang film Koridor garapan Indra Gunawan begitu antusias jelang penayangan filmnya.
Menurutnya, JWCW ini sebagai pembuktian bahwa karya anak bangsa akan terus diapresiasi termasuk insan perfilman yang terlibat, baik sebagai aktor maupun di balik layar.
"Semoga semakin baik, semakin banyk (sineas) juga. Saya lah gitu bukti nyata kalau kita ingin membuat film terbaik, mau berperan di depan layar maupun di belakang pasti ada festival yang akan mensupport film kita, salah satunya di JWCW ini," ujar Prisia di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.
"Ketika kita jujur dalam membuat film, pasti akan ada apresiasinya," sambungnya.

Executive Director JWCW, Frederica mengungkapkan bahwa acara JWCW di tahun kedua ini sangat memerhatikan kredibilitas film-film yang akan ditayangkan sehingga terpilih lah film yang sebelumnya pernah masuk festival bergengsi dunia. Ia kehadiran festiva ini turut berkontribusi memajukan industi perfilman yang saat ini terus berkembang pesat.
"Saya berharap JWCW mampu memberikan yang terbaik untuk dunia film Indonesia, dan konsisten untuk hadir setiap tahunnya,” ujarnya.
Nantinya Inshallah a Boy garapan sutradara asal Yordania, Amjad Al-Rasheed yang akan menjadi film pembuka. Film ini mengangkat isu seputar hukum hak waris dalam Islam yang menimpa seorang janda beranak satu (perempuan) dimana memiliki kedekatan isu dan relevansi yang kuat dengan audiens Indonesia.
Film ini mendapatkan sambutan dan pujian luar biasa pasca Cannes 2023 lalu serta menjadi film perwakilan resmi Yordania untuk Oscar 2024. Dua pemain film ini, Eslam Al-Awadi dan M. Jezawi, dijadwalkan hadir pada pembukaan Jakarta World Cinema Week dan nantinya langsung menyapa audiens.
Sedangkan Shayda garapan Noora Niasari, sutradara kelahiran Iran yang kini menetap di Australia, dipilih menjadi film penutup. Filmnya berkisah soal dramatisasi kisah hidup Noora bersama ibunya yang pernah merasakan pahitnya hidup di penampungan imigran kala mencari kebebasan, baik kebebasan dari kekerasan dalam rumah tangga, juga kebebasan dari tirani negara.
Film ini dibintangi Zar Amir Ebrahimi, aktris terbaik Cannes 2022 lewat film Holy Spider (Ali Abbasi, 2022) dimana tahun lalu menjadi salah satu film JWCW yang paling diminati. Sutradara Noora Niasari bersama Associate Producer Keiran Watson-Bonnice akan hadir untuk berinteraksi langsung dengan audiens.
Selain pemutaran film, JWCW juga akan menghadirkan Masterclass on Filmmaking bersama pembicara di antaranya Ifa Isfansyah, Yosep Anggi Noen, Makbul Mubarak, Alim Sudio, Kamila Andini, dan lain-lain.
Festival ini pun didukung penuh oleh Badan Perfilman Indonesia, Lembaga Sensor Film dan Kemendikbud Ristek RI. Jakarta World Cinema Week akan bergulir mulai tanggal 11 sampai dengan 18 November 2023 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, dan melalui layanan video streaming KlikFilm.
(ltb)