JAKARTA - Pricyla Eva merupakan seorang model blasteran Pakistan yang mulai mencoba untuk berbisnis. Sebelum akhirnya menjadi model dan juga perbisnis, Pricyla mengawali kariernya di dunia hiburan dengan mengikuti ajang kecantikan seperti Duta Wisata Danau Toba, Duta Narkotika, model majalah, hingga tampil dalam beberapa iklan.
Berangkat dari hobinya mengoleksi parfum, pemilik nama asli Neva S Ray ini menyadari jika hal tersebut bisa menjadi peluang usaha. Sampai akhirnya, Pricyla pun memilih untuk terjun ke bisnis parfum dan merilis Pinkys Parfume.
"Awalnya Berawal dari hobby aja , eh taunya banyak yang suka , langsung deh saat itu fokus buat gedein ini bisnis dalam setahun," ujar Pricyla kepada awak media.
Menariknya, bisnis yang dibangun oleh perempuan 27 tahun ini mendadak laris manis dipasaran ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Bahkan usai launching, ia mampu menjual lebih dari 3000 botol parfum.
"Jadi pas awal mula pandemic, nggak ada kegiatan di rumah, akhirnya iseng-iseng, kepikiran produksi parfume sendiri. Surprisingly diterima baik oleh masyarakat dan pada suka banget. Kaget banget sih, bulan pertama launching sold out 3000 lebih botol," jelasnya.
Kesuksesan yang diraih oleh Pricyla rupanya membuat sejumlah pihak iri. Sampai-sampai, muncul pesaing yang meniru habis-habisan racikan parfumnya.
Kendati demikian, Pricyla sama sekali tak takut soal persaingan bisnis. Mengingat, para peniru tentunya tak akan berani untuk membuat sebuah produk yang memiliki kualitas sama dengan miliknya.
"Saingan sih pasti ada aja. Ada yang sampai benar-benar niru packaging kita luar dan dalam, jiplak abis-abisan. Tapi untungnya kita main di kualitas parfum itu sendiri, jadi nggak takut yang namanya bersaing," paparnya.