"Kami tiba di lokasi syuting sekitar jam 19.00 WIB, tapi belum ada siapa-siapa. Akhirnya, kami baru mulai syuting pukul 02.00 WIB dan kelar jam 04.00 WIB. Bayarannya, Rp75.000," tuturnya.
Namun setelah sinetron itu tayang, Rezara mengaku sangat kecewa. Pasalnya, setelah tayang wajahnya sama sekali tak tampak di layar kaca. Hal itu, diakuinya, membuat dia sangat malu.
“Gue itu sudah woro-woro ke orang rumah di Surabaya. Tapi pas tayang yang terlihat hanya punggung saja. Jadi ceritanya gue jadi warga yang berantem. Naik truk ikan di Muara Angke," katanya lagi.
Untuk bertahan hidup, Rezara juga pernah menjajal jadi MC di sebuah supermarket, pada 2013. Dia bekerja dari pukul 12.00 WIB hingga 20.00 WIB dan digaji sebesar Rp225.000.
Semua pengalaman itu, diakui Rezara, menjadi pecutan baginya untuk bertahan hidup di Jakarta, terutama di dunia hiburan. Dia menjadikan semua itu sebagai pecutan untuk bekerja lebih baik lagi.*
(ltb)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri