Share

Cinta Laura Kritisi Pelaku KDRT: Cara Berpikir yang Bodoh

Ayu Utami Anggraeni, Jurnalis · Minggu 09 Oktober 2022 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 08 33 2683165 cinta-laura-kritisi-pelaku-kdrt-cara-berpikir-yang-bodoh-qGD8d8bBnc.jpg Cinta Laura. (Foto: Instagram/@claurakiehl)

JAKARTA - Cinta Laura ikut menanggapi isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang belakangan ini ramai dibicarakan, berkenaan dengan kasus Lesti Kejora. Menurut artis blasteran Indonesia-Jerman ini, kekerasan dalam bntuk apapun tidak dapat ditoleransi sama sekali.

"Kekerasan dalam bentuk apapun merupakan suatu hal yang tidak bisa ditolerir sama sekali," katanya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Cinta juga menyebutkan ada beberapa faktor yang melatarbelakangi seseorang dapat melakukan tindak kekerasan. Mulai dari pendidikan hingga kondisi lingkungan.

"Banyak faktor orang-orang bisa melakukan kekerasan, mulai dari pendidikan orang tua, contoh buruk dari lingkungan sekitar," ungkap perempuan 29 tahun ini.

Sebagai lulusan Psikologi Universitas Columbia New York, ia mengungkapkan faktor psikologis yang membuat orang melakukan kekerasan. Menurutnya itu adalah cara berpikir yang sangat bodoh.

"Ada juga faktor psikologis di mana orang tersebut merasa insecure dengan diri sendiri, lalu kalau superioritas mereka dipertanyakan, mereka dengan melakukan suatu yang agresif atau dengan kekerasan mereka bisa berkuasa kembali, itu cara berpikir yang sangat bodoh," terang Cinta.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Bahkan menurut sang pelantun Oh Baby ini tak ada satupun agama yang memperbolehkan seseorang berperilaku kasar untuk meluapkan emosinya.

"Aku percaya apapun kepercayaan atapun agamanya, tidak ada yang memperbolehkan seseorang melampiaskan amarahnya dengan kekerasan, apalagi kepada perempuan," tambahnya.

Sementara itu, dengan adanya kasus KDRT yang menimpa pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar, Cinta laura berharap semua lapisan masyarakat terbuka matanya dengan hal ini dan berharap mendapatkan edukasi mengenai bahayanya kekerasan maupun pelecehan.

"Semua orang harus mendapatkan edukasi soal kekerasan, pelecehan, dan juga bagaimana cara menanganinya," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini