Share

Perjalanan Hijrah Tere, Mimpi Aneh Menuntunnya Bersyahadat

Novie Fauziah, Okezone · Kamis 22 September 2022 23:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 33 2672847 perjalanan-hijrah-tere-mimpi-aneh-menuntunnya-bersyahadat-We8IcHc1Og.jpg Perjalanan mualaf Tere (Foto: IG Tere)

JAKARTA - Kisah perjalanan hijrah Theresia Ebenna Ezeria Pardede alias Tere, tidak pernah habis ia ceritakan ke ranah publik, yakni sebagai bentuk motivasi agar seluruh muslim semakin dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Tere menceritakan perjalanan hijrahnya ini kepada presenter Indonesia Fenita Arie, dalam channel YouTube Cerita Untungs. Ia mengatakan, bahwa proses menjadi mualaf bukan karena adanya paksaan dari siapapun.

Tere mengatakan, perjalanan hijrah yang dilalui dirinya sebenarnya bisa dibilang berliku, karena sama sekali memang benar tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam.

Tere

"Dan sesungguhnya agama yang diridhai di jalan Allah itu Islam, sudah disempurnakan agama ini untuk kita jalani sebagai bekal ke akhirat," ujar Tere.

Pelantun lagu Dosa Terindah ini melanjutkan, mulanya ia mencari tahu tentang Tuhan yang sebenarnya. Tere berpikir secara rasional, tepatnya saat ia masih kuliah pada 1998 ketika maraknya kebebasan berpendapat, khususnya tentang agama.

Saat itu salah seorang temannya yang beragama Islam menyampaikan, bahwa mereka juga mempercayai adanya Tuhan dalam keyakinan yang Tere anut. Namun sosok itu adalah Nabi Isa Alaihissalam.

Tere mengaku, Allah mengizinkannya menemui ayat-ayat yang membuka cakrawala berpikir pikirannya. Serta hatinya mulai terketuk saat mengenal Islam.

"Sebenarnya secara logika, tapi waktu itu hati saya masih keras. Saya sempat agnostik, sekitar setahun," terangnya.

 

Kemudian suatu hari Tere mendapatkan sebuah petunjuk yang ia yakini datang langsung dari Allah, yaitu berupa mimpi. Di dalam mimpinya itu Tere dihampiri oleh cahaya yang menanyakan siapa Tuhanmu dan siapa Nabimu.

"Sampai akhirnya dapat kode keras. Kode kerasnya adalah dikasih mimpi. Mimpinya waktu itu terbujur kaku dalam gelap, dan ditanya sebuah cahaya," tuturnya.

Tere melanjutkan, Cahaya yang dilihatnya di alam mimpi itu bertanya kepadanya, yaitu siapa Tuhanmu siapa Nabimu. Beberapa saat Tere bermimpi tersebut, kemudian ia langsung terbangun.

"Alhamdulillah, Allah kasih saya bangun, bangunnya juga udah keringat dingin," katanya.

Setelah mimpi tersebut kemudian Tere menanyakan tentang arti mimpinya itu. Tidak lama berselang beberapa waktu ia pun memutuskan untuk membaca dua kalimat syahadat dan jadi mualaf.

"Alhamdulillah dikasih kesempatan bersyahadat. Tapi memang bersyahadat itu enggak segampang orang kira. Qadarullah 2 September 2000 saya bersyahadat," tuturnya.

Lalu tidak hanya sampai mengucapkan dua kalimat syahadat, Tere pun terus belajar dan memupuk keimanannya agar menjadi sosok muslim yang sesungguhnya.

Mulai dari mengenakan jilbab, belajar membaca Alquran beserta tajwidnya, serta banyak kenikmatan lainnya setelah ia menjadi mualaf dan hingga kini Tere masih memperdalam pengetahuan dan ilmu tentang Islam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini