Share

Korban Ngamuk Jelang Sidang Perdana Kasus Indra Kenz, Ini Sebabnya

Ravie Wardani, MNC Portal · Jum'at 12 Agustus 2022 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 33 2646581 korban-ngamuk-jelang-sidang-perdana-kasus-indra-kenz-ini-sebabnya-7rf2RBW3Ua.jpg Indra Kenz (dok Instagram)

PULUHAN orang yang mengaku korban kasus dugaan investasi bodong dengan nama terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz ngamuk menjelang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jum'at (12/8/2022).

Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia, puluhan korban tersebut datang ke PN Tangerang sejak pagi.

Salah satu korban bernama Rizky pun membeberkan alasan pihaknya ikut mengawal sidang tersebut.

"Menuntut keadilan di sini, kami tetap mengawal ketat sampai kasus ini tuntas," kata Rizky kepada awak media.

Selain itu, para korban disinyalir sempat tak terima ketika melihat karangan bunga yang terpampang di halaman PN Tangerang.

Mereka pun sempat merusak salah satu karangan bunga tersebut. Pasalnya, karangan bunga itu berisi tulisan yang menyemangati Indra Kenz atas kasus yang menimpanya.

"Seperti kami yang salah padahal sudah jelas-jelas Indra Kenz sudah ditetapkan sebagai tersangka, asetnya sudah disita tapi kenapa kami sepertinya kami yang salah?" tutur Rizky.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di lain pihak, Maruna Zara selaku ketua paguyuban korban Indra Kenz berjanji akan mengawal persidangan hingga tuntas.

Ia juga berharap pihaknya mendapat keadilan dari segenap instansi hukum terkait yang menangani perkara ini.

"Kita akan masuk ke persidangan hari ini dan semua akan datang dari luar dan dalam kota. Kami mohon semua mengawal baik dari Kapolri termasuk dari DPR, SPK, akan mengawal kasus ini," kata Maruna Zara.

"Jangan sampai ada oknum yang bermain disini, lalu mengambil kesempatan dan menggerus harta korban itu. Karena kita bercermin sebelumnya uang korban itu diambil dan dikuasai oleh negara," sambungnya.

Seperti diketahui, Indra Kenz didakwa dengan pasal berlapis diantaranya pelanggaran UU ITE, penipuan, hingga pencucian uang. Adapun dakwaan tersebut dibacakan pihak JPU (Jaksa Penuntut Umum) dalam sidang tersebut.

"Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata JPU seraya membacakan dakwaan Indra Kenz.

"Pasal 454 ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Pasal 378 KUHP. Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang," pungkas JPU.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini