Share

Pernah Korban Bully, Cinta Laura Ubah Kemarahan Jadi Prestasi

Melati Pratiwi, MNC Portal · Selasa 09 Agustus 2022 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 33 2644443 pernah-korban-bully-cinta-laura-ubah-kemarahan-jadi-prestasi-JDfzlQw2br.jpg Cinta Laura. (Foto: Instagram/@claurakiehl)

JAKARTA - Mengawali karier bagi Cinta Laura sangat berat. Pasalnya, di umurnya yang masih belasan tahun harus menerima perundungan dari publik.

Bukan tanpa alasan, pelantun "Oh Baby" itu diejek karena gaya berbicara tidak fasih berbahasa Indonesia. Mengingat dia merupakan salah satu artis berdarah campuran Indonesia - Jerman.

 Pernah Korban Bully, Cinta Laura Ubah Kemarahan Jadi Prestasi. (Foto: Cinta Laura/Instagram/@claurakiehl).

Pernah Korban Bully, Cinta Laura Ubah Kemarahan Jadi Prestasi. (Foto: Cinta Laura/Instagram/@claurakiehl).

"Di umur segitu kita belum menemukan jati diri. Jadi saat melihat orang orang menghina atau membully karena cara bicara aku atau tindakan-tindakan aku, tentunya sebagai anak kecil, aku menyalahkan diri aku sendiri. Kenapa sih orang sebenci ini sama aku," ujar Cinta, dikutip dari YouTube Daniel Mananta Network, Selasa (9/8/2022).

 BACA JUGA:Cinta Laura Pungut Sampah di Citayam Fashion Week, Netizen: Keren, Gak Cuma Nebeng Muka

Menurut Cinta, setelah dipikir lagi sebenarnya tidak ada yang salah dengan penilaian orang terhadap aksen berbicaranya. Ada kemungkinan mereka menyukainya dan menganggap itu sebagai hiburan semata.

Hanya saja, Cinta yang kalah itu masih dalam masa pencarian jati diri, ocehan orang terhadap dirinya dianggap begitu menyakitkan.

"Sebagai anak-anak yang belum punya identity yang solid, kita mikirnya kenapa orang-orang sangat membenci. Itu dampaknya sangat menyakitkan terhadap kesehatan emosional dan mental aku," lanjutnya.

Tapi di sisi lain, Cinta merasa beruntung karena memiliki semangat layaknya seorang pejuang. Cinta tak gentar meskipun menerima banyak omongan negatif dari banyak orang.

"Aku diberikan teh spirit of the fighter, the spirit of the warrior, dan mungkin itu anugerah dari Tuhan," kata dia.

Ketimbang harus melawan para pelaku bully, Cinta Laura Kiehl lebih pilih menyalurkan kemarahannya pada hal-hal positif dengan menorehkan berbagai prestasi.

"Aku mentransformasikan segala kesedihan dan kemarahan aku kepada karya karya aku di dunia profesional maupun akademis. Pokoknya semua energi yang aku miliki aku lampiaskan pada prestasi," ujar Cinta

Cinta sadar bahwa pada masa itu dirinya meraih prestasi sebagai pembuktian pada orang lain yang membully-nya. Baginya, bukti prestasi benar-benar dibutuhkan karena sudah terlalu merasa sakit dijadikan candaan atau bully.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini