Share

Qausar Harta Jadi Pemeran Utama dalam Sinetron "Misteri Sandekala": Sangat Menantang

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 29 Juli 2022 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 206 2638229 qausar-harta-jadi-pemeran-utama-dalam-sinetron-misteri-sandekala-sangat-menantang-NsdhsoD24D.jpg Qausar Harta. (Foto: Okezone)

BOGOR - Aktor Qausar Harta mengaku tertantang menjadi pemeran utama dalam sinetron bergenre horor, 'Misteri Sandekala'. Hal itu diungkapkan suami Masayu Clara usai menggelar acara syukuran di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Kamis, 28 Juli lalu.

Mengingat selama ini dia kerap membintangi FTV soal percintaan, keluarga, hingga komedi. "Sangat menantang juga buat kita semua bikin yang horor begini disaat mungkin kebanyakan orang kemarin beralih ke tema-tema kekeluargaan percintaan, tapi sekarang kita mencoba membuat horor," kata Qausar kepada MNC Portal.

 Qausar Harta Jadi Pemeran Utama dalam Sinetron Misteri Sandekala: Sangat Tertantang/Qausar Harta/Okezone).

Qausar Harta Jadi Pemeran Utama dalam Sinetron Misteri Sandekala: Sangat Tertantang/Qausar Harta/Okezone).

Menurutnya, cerita dalam sinetron ini berbeda dengan film horor yang lain. Dimana, mengambil dari mitos ataupun cerita dahulu para orangtua yang melarang anak-anak bermain saat waktu Magrib.

BACA JUGA:Resmi Menikah, Qausar Harta dan Masayu Clara Bulan Madu Sekaligus Umrah

BACA JUGA:Masayu Clara Resmi Menikah dengan Qausar Harta, Maskawinnya Bikin Syok

"Kita mencoba membuat horor yang memiliki sebuah bisa dibilang kaya mitos di beberapa daerah, nah itu kan biasanya agak sedikit relate. Makanya Misteri Sandekala ini mewakili mungkin orang-orangtua yang sering mengingatkan kepada anak-anaknya supaya tidak keluar Magrib, Magrib sudah di rumah, nah kita akan menampilkan itu," ungkapnya.

Lanjut Qausar, dalam sinetron ini dia memerankan tokoh Fahri yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Sewaktu kecil, dia dan adiknya bermain di luar rumah hingga melewati waktu Magrib.

"Mereka disuruh pulang tapi gak mau, akhirnya Fahri dan adiknya itu si Bayu dia sempat diculik oleh Sandekala, Sandekala itu tokoh yang sering disampaikan oleh orang-orangtua di jaman dulu, sampai sekarang mungkin masih sering di beberapa daerah yang sering mengambil anak yang belum pulang saat Magrib," tutur Qausar Harta.

Ketika diculik, Fahri berontak hingga dapat melarikan diri dari Sandekala. Namun, sang adik berhasil diculik sehingga menimbulkan trauma mendalam bagi Fari dan rasa bersalah sampai beranjak dewasa.

"Si Fahri ini memiliki trauma yang lumayan entah dari warga daerah situ namanya Kampung Cigendong terus juga dari tekanan orang tua yang menyalahkan bahwa si kakaknya ini gak bisa mendidik adiknya untuk lebih baik lagi. Dan akhirnya itu membawa si Fahri ini dari kecil sampai 7 tahun berlalu dan dia masih merasakan hal itu," bebernya.

Diharapkan, sinetron Misteri Sandekala ini bisa membuat warna baru bagi dunia televisi di Indonesia khususnya yang bergenre horor. Juga dapat diterima dan mendapatkan hati dari para penonton.

"Harapan saya untuk MNC semakin maju, apalagi menurut saya dengan bisa membuat sebuah genre horor ini bisa memicu penonton-penonton yang ada di Indonesia semuanya untuk melirik lagi MNC bahwasanya MNC itu sering membuat serial-serial horor seperti yang dahulunya," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini