Share

Perjalanan Karir Penyanyi Legendaris Bob Tutupoly

Arya Ravato Bagasraga, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 33 2623673 perjalanan-karir-penyanyi-legendaris-bob-tutupoly-Ofso1xzi05.jpg Bob Tutupoly (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Bobby Willem Tutupoly atau yang dikenal Bob Tutupoly dikenal sebagai penyani, mc, dan pembawa acara kuis yang sukses di era 80an. Sempat tidak ada kabar, kondisi kesehatan pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur pada 13 November 1939 itu sempat dikabarkan menurun.

Pelantun Widuri itupun dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (5/7/2022) dini hari. Hal ini diungkapkan pengamat Musik Stanley Tulung dalam akun media sosialnya.

Bob Tutupoly merupakan anak kedua dari lima bersaudara, pasangan Adolf Laurens Tutupoly dan Elisabeth Wilhemmina Henket-Sahusilawane. Bob memiliki seorang kakak yang bernama Christian Jacobus Tutupoly.

Bob Tutupoly 

Serta tiga orang adik bernama Alexander Bartjes Tutupoly, Hendrika Laurensia Tutupoly, dan Adolf Tutupoly Jr. (meninggal pada tahun 1947, saat perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Yogyakarta).

Di dunia musik Tanah Air, penyanyi Bob Tutupoly saat terkenal di dekade 1960an. Nama Bob Tutupoly semakin dikenal luas setelah sukses menyanyikan lagu "Widuri" ciptaan Slamet Adriyadie pada 1977.

Bob Tutupoly bermusik sejak masih sekolah, sekitar tahun 1950-an. Saat duduk di bangku SMA, ia sudah bergabung dalam Kwartet Jazz di RRI Surabaya.

Semasa itu, Bob sempat melakukan rekaman lagu-lagu Maluku bersama musikus kawakan Didi Pattirane, Karyanya diabadikan oleh perusahaan rekaman milik negara, Lokananta.

Selama berkiprah di Surabaya, Bob Tutupoly pernah bergabung dengan Chen Brohers dan Band Bhinneka Ria. Band Bhinneka Ria pernah menjadi juara festival band di Surabaya dan festival se-Jawa. Bahkan pada 1960, band ini pernah rekaman dengan Jack Lesmana.

Selama berkarier di dunia musik, Bob Tutupoly beberapa kali meraih penghargaan. Menariknya dua dari penghargaan yang diterimanya berasal dari Malaysia dan Singapura.

Pada 2009, ia bersama 15 orang penyanyi dan musikus legendaris tanah air, memperoleh penghargaan di ajang Ambon Jazz Plus Festival (AJPF). Penghargaan diberikan atas dedikasinya bersama para musikus lain dalam memajukan dunia musik tanah air dan di Maluku.

Pada 2011, ia menerima Lifetime Achievement di Malaysia dari Persatuan Artis Penyanyi dan Film Malaysia. Pada 2013, ia mendapat penghargaan dari Anugerah Seni dari Himpunan Artis Singapura. Selama berkarier pada era 1960-an, ia memang dikenal di Malaysia dan Singapura.

Lalu pada 2015, barulah ia meraih penghargaan dalam negeri oleh Legend Award versi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2015.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini