“Eril sebenernya ga dijemput karena rumahnya dekat jadi pulang sendiri, tapi biasanya ikut nunggu karena saya sering banget terakhir dijemput,” tambah Ardhani.
Setelah masuk Sekolah Dasar (SD) keduanya masih sering menghabiskan waktu bersama. Mulai dari bermain bola hingga bermain kartu.
Menurut dia, momen yang paling berkesan saat keduanya mengikuti ekstrakurikuler futsal. Hal itu lantaran mereka sama-sama hanya dijadikan pemain cadangan padahal memiliki potensi yang cukup baik.
“Lucunya sih karena di sini kita nasibnya kurang lebih sama, sama-sama jadi penghangat bangku cadangan. Sama-sama cukup bagus untuk masuk dalam tim, tapi kurang meyakinkan buat dimainin di pertandingan beneran,” lanjut dia.