Share

Peringati Haul Gus Dur ke-12, Cinta Laura: Beliau Berani Mewujudkan Toleransi

Lintang Tribuana, Jurnalis · Jum'at 31 Desember 2021 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 33 2525433 peringati-haul-gus-dur-ke-12-cinta-laura-beliau-berani-mewujudkan-toleransi-0GLSSpfx87.jpg Cinta Laura (Foto: IG Cinta Laura)

JAKARTA - Cinta Laura turut memberikan sambutan dalam peringatan haul Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang ke-12. Videonya saat memberikan ucapan singkat itu muncul dalam acara yang disiarkan secara live lewat beberapa saluran televisi swasta dan virtual.

Dalam sambutannya, perempuan berdarah Jerman-Indonesia itu menilai Gus Dur sebagai sosok teladan toleransi di Indonesia. Menurutnya, sikap ini harus diteladani masyarakat Indonesia saat ini.

Baca Juga:

Pose Cinta Laura Seksi Duduk di Atas Meja, Mirip Marilyn Monroe!

Potret Cinta Laura Bergaya 80an Sihir Mata Netizen, Cantik Paripurna Mirip Barbie!

Gus Dur

"Gus Dur atau Bapak Abdurrahman Wahid, sosok yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Bagi kaum milenial beliau adalah sosok yang mewujudkan toleransi, yang saat ini harus terus dipertahankan," ujar Cinta, dikutip dari channel YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Kamis (30/12/2021).

Cinta pun kagum dengan keberanian mendiang sebagai tokoh bangsa dalam menyuarakan pendapat berbeda di hadapan publik. Dia berani melakukan sebuah sikap untuk kebaikan masyarakat.

"Saya kagum dengan keberanian menyuarakan kepada masyarakat. Sering kali melihat pemimpin menutupi pandangannya untuk menjaga popularitas," ungkap Cinta.

"Saya percaya pemimpin harus jujur, yakin dengan pendirian dan berani menghadapi konsekuensi demi kebaikan," tambahnya.

Dia berharap, ke depannya akan banyak bermunculan tokoh pemimpin yang mengamalkan teladan ala Gus Dur. Cinta pun berterima kasih atas ilmu yang diberikan Presiden RI ke-4 itu semasa hidupnya.

"Saya harap akan ada lebih banyak pemimpin masa depan yang berani mempertahankan nilai Pancasila Republik Indonesia. Terima kasih untuk segala pengetahuan yang telah diberikan bagi kita," imbuhnya.

Peringatan haul Gus Dur ke-12 ini diselenggarakan di 4 titik yakni di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Kedutaan Besar Indonesia di Jerman, dan Peace Village Jogjakarta.

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat pada hari Rabu, 30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Presiden RI ke-4 itu meninggal akibat berbagai komplikasi penyakit yang dideritanya sejak lama.

Gus Dur dimakamkan di sebelah utara pusara sang kakek yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyโ€™ari di Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini