Wejangan Terakhir Idang Rasjidi untuk Anaknya, Jadi Musisi Disiplin

Ravie Wardani, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 33 2512232 wejangan-terakhir-idang-rasjidi-untuk-anaknya-jadi-musisi-disiplin-xarUAAxMXn.jpg Shadu, putra Idang Rasjidi (Foto: IG Shadu)

JAKARTA - Putra sulung almarhum Idang Rasjidi, Shadu Rasjidi, mengungkapkan pesan terakhir dari sang ayah sebelum berpulang. Pemain bass 32 tahun itu mengaku almarhum ayahnya berpesan agar dirinya menjadi musisi menjunjung tinggi nilai kedisiplinan.

Buah jatuh dari tak jauh dari pohonnya, pepatah ini tampaknya cocok untuk Shadu Rasjidi yang mengikuti jejak bermusik almarhum ayahnya. Napak tilasnya di kancah permusikan pun tak lepas dari bimbingan mendiang Idang Rasjidi.

Baca Juga:


Kehilangan Sosok Idang Rasjidi, Indra Lesmana: Selamat Jalan Kakakku dalam Jazz

Idang Rasjidi

Shadu juga mengaku bangga bisa mewarisi hobi bermusik ayah kandungnya. "Bapak yang pasti luar biasa buat setiap anaknya, kita punya hobi, kita punya tujuan yang sama, sama-sama main musik itu kan pasti beda rasanya luar biasa," kata Shadu Rasjidi kepada awak media, Minggu (5/12/2021).

Meski usianya sudah berkepala tiga, Shadu mengaku kerap dinasehati almarhum ayahnya semasa hidup. Dia pun menilai hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sebagai anak dari musisi jazz legendaris.

"Gua sampai sekarang kalau ngelakuin kesalahan tetep orang tua yang menasehati kita kan," ujarnya.

Bicara nasehat, Shadu lantas teringat wejangan terakhir sang ayah. Pesan tersebut ternyata menyinggung perihal karier bermusiknya.

Dia mengatakan almarhum ayahnya ini memiliki kedisiplinan tinggi. Terlebih, Shadu mengatakan mendiang Idang Rasjidi sangat tegas dalam masalah waktu.

Saking on time-nya, Idang disinyalir kerap tiba di bandara 3 jam sebelum jadwal penerbangan. Sempat heran, Shadu akhirnya memahami sikap yang dimiliki ayahanda tercintanya ini.

"Jadilah musisi disiplin, karena beliau kan kalau soal waktu keras, sebenarnya kayak kalian (wartawan) si on timenya, on time kaya kalian, artis belum selesai makan kalian sudah dua jam sebelum (datang), ya bokap begitu," katanya lagi.

"Misal pesawat, oke pesawat first flight setengah 6, jam 05.00 atau 03.00 WIB dibandar. Kita jam 03.00 WIB di mobil ngantuk, kita dari rumah aduh ngapain si pagi-pagi, cuma ya beliau begitu," lanjutnya.

Tak hanya itu, kesan manggung bersama sang ayah juga menjadi momen berharga baginya. Meski memiliki skill tingkat Dewa, mental Shadu pun mendadak ciut kala berada di atas panggung bersama ayahnya.

Shadu mengakui didikan ayahnya lah yang kini membuat dirinya menjadi musisi kawakan. Dia juga mengaku momen manggung bareng sang ayah akan mengundang rindu mendalam bagi dirinya.

"Manggung bareng nya si, itu udah gue mau main sama siapa aja siapapun lah, begitu main sama beliau, elo kayak kecil lagi digendong sama dia," ungkapnya.

"Dia ngayom gue, membuat gue jadi keren di atas panggung, gue akan selalu kecil di atas panggung saat gue umur 5 tahun, gua akan kangen itu si," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini