Transformasi Festival Musik Terbesar di Indonesia

MNC Media, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 205 2486726 transformasi-festival-musik-terbesar-di-indonesia-39xVauYys4.jpg Festival musik terbesar di Indonesia kembali digelar. (Foto: MNC Media)

JAKARTA - Kabar baik bagi pencinta konser musik Indonesia. Akhir September silam, pemerintah akhirnya mengizinkan penyelenggaraan kegiatan berskala besar, seperti resepsi pernikahan, festival, konferensi, hingga konser musik. 

Kebijakan tersebut tentu menjadi kabar baik, tak hanya bagi musisi namun juga penggemar musik yang menahan diri selama 2 tahun terakhir. Sebelum nanti menikmati kembali keramaian konser, mari melihat transformasi konser musik Tanah Air sepanjang 2 dekade terakhir. 

Konser Musik Awal 2000-an

Pada 2002, hadir konser musik yang bisa disebut pioner aktivitas gelaran permusikan. Kala itu, kegiatan tersebut digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan. Mengusung tema Experience ‘Em All, konser itu berhasil merangkul seluruh penikmat musik Tanah Air. 

Meski belum mampu menggandeng musisi mancanegara, namun konser tersebut membuat generasi muda lebih mencintai musik karya anak bangsa. Tak hanya Jakarta, acara ngegigs ini muncul juga di lima kota lainnya, seperti Medan, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali. 

Menghadirkan Musisi Internasional

Kesuksesan konser musik itu selama 2 tahun berturut-turut menjadi euforia bagi penyelenggara konser musik. Mereka kemudian menggaet dua band internasional, The Weekend (Kanada) dan The Casanovas (Australia). 

Kedua band berbagi panggung dengan tiga band papan Tanah Air: God Bless, Slank , dan Peterpan (kini NOAH). Tak hanya itu, konser itu juga digelar di empat kota besar: Jakarta, Makassar, Padang, dan Malang. 

Mengusung tema Make Music Not War, konser musik tersebut mengajak masyarakat untuk saling menjaga kedamaian negeri. Festival musik tersebut juga juga mengapresiasi musisi lokal dengan hadiah yang tidak tanggung-tanggung. 

Hadiah itu ada di festival ke-6 yang digelar pada 2007 dengan tema Sounds of Change. Kala itu, ada tiga musisi internasional yang tampil, Dearest dan Crowned King dari Kanada serta Scraping of Change dari Amerika Serikat. Dari sinilah, konser musik bertransformasi menjadi festival musik. 

Festival Musik Sebelum Pandemi

Mengusung tema The Spirit of All Time, pagelaran musik berskala besar dan langgeng ini mencapai usia ke-17, pada 2019. Sempat diisukan akan dihentikan, namun siapa sangka pagelaran tu menjadi yang terakhir sebelum pandemi COVID-19 menyerang. 

Pada 2020, pemerintah menetapkan semua kegiatan berskala besar tidak boleh digelar, termasuk festival musik tahunan tersebut. Sehingga, kenangan di tahun 2019 itu masih teringat dan terasa bagi setiap penonton. 

Deretan musisi dalam negeri dan mancanegara tampil memeriahkan festival musik yang digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali itu. Beberapa di antaranya Tashoora, Pee Wee Gaskins, Gym and Swim, Parau, Mellow Fellow, Adhitia Sofyan, Gugun Blues Shelter, Maliq & Désentials, Kelompok Penerbang Roket, Jamrud, hingga Padi Reborn. 

Lalu bagaimana dengan 2021? Akankah ada izin untuk menggelar kegiatan berskala besar seperti konser musik? Semoga festival dan konser musik bisa kembali digelar tahun ini untuk mengobati kerinduan para pencinta musik Tanah Air.*

Baca juga:

Daftar Festival Musik yang Siap Digelar di Sepanjang 2021

Krisdayanti Bantu Renovasi Gereja yang Nyaris Roboh: Semoga Bermanfaat 

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini