Divonis Kena Kanker Langka, Ari Lasso Harus Jalani Kemoterapi

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 33 2468114 divonis-kena-kanker-langka-ari-lasso-harus-jalani-kemoterapi-m0B8zTRLOi.jpg Ari Lasso Harus Jalani Kemoterapi Usai Divonis Kanker Langka (Foto: YouTube Deddy Corbuzier)

JAKARTA- Penyanyi Ari Lasso mengungkapkan dirinya mengidap kanker ganas dan langka di podcast milik Deddy Corbuzier. Pria 48 tahun ini menyebut kanker yang menggerogoti limpanya tersebut bernama Diffuse Large B-cell Lymphoma.

Akibatnya, Ari Lasso pun harus menjalani kemoterapi, meskipun kanker tersebut sudah diangkat lewat operasi besar pada Agustus silam.

Ari Lasso Divonis Kanker Langka

 BACA JUGA:

Kondisi Anak Kian Membaik Usai Panas Tinggi, Chacha Frederica Mohon Doa

Sinopsis Ikatan Cinta 8 September 2021: Reyna Keracunan Kue, Aldebaran Siap Balas Dendam?

"Kalau udah yang namanya kanker, kemungkinan kesebar lewat jaringan darah, dilipatan kelenjar itu ada. Makanya langkah kedua gue akan menjalani pet scan minggu depan, untuk melihat sampai di mana, kemudian kemoterapi," kata Ari Lasso pada Deddy Corbuzier, seperti dikutip Rabu (9/9/2021).

"Tidak ada penyebaran harus kemo. Tapi ya bersyukur, cancer itu namanya DLBCL pokoknya cancer jenis B-cell yang mana bisa disembuhkan," sambungnya.

Melihat dari besarnya tumor yang menggerogoti limpanya, dokter mengatakan bapak lima anak ini mengidap kanker stadium dua. Namun, hal tersebut masih harus dipastikan lagi lewat serangkaian tes.

Sebelum mengetahui bahwa dirinya mengidap kanker, pelantun Hampa ini mengaku sempat merasakan sakit tak biasa pada bagian perutnya, hingga menembus ke bagian belakang. Bahkan, dokter juga terpaksa mengangkat limpanya bersamaan dengan tumor yang telah menggerogoti bagian tersebut.

Setelah selesai menjalani operasi dan melihat hasil dari tumor yang diangkat, Ari Lasso bersama istrinya meyakini bahwa ia mengidap kanker ganas. Bahkan kelangkaan penyakit yang ia idap, akan dibuat jurnal oleh para dokter.

"Hasil patologi keluar 6 hari (setelah operasi) kemudian. Iya gue cancer dan cancernya sangat langka. Orang biasanya kena cancer limfoma, getah beningnya benjol-benjol, sering pingsan, darah putihnya dikit, anemia, sering demam, dan menimbulkan kerusakan limpa. Gue kebalikannya," bebernya.

"Limpanya yang dihinggapi cancer, dan ini case 2 diantara 4000 limfoma, ini bakalan dibikin jurnal hahaha," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini