Ayah Meninggal karena Covid-19, Yunita Kariman Ungkap Sulitnya Cari RS

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 33 2445443 ayah-meninggal-karena-covid-19-yunita-kariman-ungkap-sulitnya-cari-rs-VA9QMcycym.jpg Yunita Kariman. (Foto: Instagram)

YUNITA Kariman, selebriti cantik yang juga influencer berduka. Setelah 10 anggota keluarganya terpapar Covid-19, sang ayah meninggal dunia.

Berita duka cita ini diterima awak media lewat pesan singkat. Ayah Yunita meninggal di usia 74 tahun.

"Nama Ayah; Kariman 74 th Gejala awal tanggal 19 Juni 2021. Meninggal Dunia; tanggal 4 juli 2021 pukul 03.05. Dimakamkan: TPU Tegal Alur. Penyakit penyerta: Hipertensi." isi pesan tersebut.

 yunita

Yunita sangat sedih ketika harus cari rumah sakit Covid-19. Selama tiga hari, Yunita menelepon hingga 20 rumah sakit, namun tak juga ada kamar kosong.

“Aku punya pengalaman betapa susahnya mencarikan RS untuk keluarga yang terpapar Covid-19. Karena memang sekarang pasien banyak yang antre dan penuh," katanya.

Singkatnya, kronologi sakit dimulai pada tanggal 19 Juni 2021, muncul gejala pertama: demam hingga 39 derajat, kemudian batuk

Pada 20 Juni diikuti gejala seperti muntah-muntah dan diare. Lalu pada 21 - 22 Juni, menurut pengakuan Yunita, sang ayah sudah tidak demam, tidak muntah dan diare. Tapi batuk sedikit.

Baca Juga: Hamil, Margin Wieheerm Doyan Buah, Ali Syakieb BM Makanan Turki

Mulai 24 Juni sang ayah justru sulit buang air besar selama tiga hari. Pafa 28 juni tiba-tiba papa tidak sadarkan diri, masih belum buang air besar, saturasi oksigen saat itu masih 95.

"Aku dan keluarga mulai call rumah sakit tapi full, lalu ke puskesmas tapi disarankan dengan saturasi 80-90 ke rumah sakit atau wisma atlet saja," bebernya.

Pada tanggal 29 juni saturasi oksigen tiba-tiba turun ke 89, napas sudah mulai dari mulut, perut ada kembang dan kempis. Meski semakin menurun, ayah Yunita belum dirawat di rumah sakit.

Berganti hari, saturasi sang ayah semakin menurun. Yunita memutuskan untuk pergi ke Wisma Atlet.

Sampai pada akhirnya, mendiang dirujuk ke RS Husada. Pada 1 Juli 2021, ayah Yunita pindah ke ICU.

"Pada 2-3 juli kondisi papa semakin menurun (contact dengan papa melalui video call menggunakan hp dokter / suster). Pada 4 Juli 2021 pukul 03.05 papa menghembuskan napas terakhir," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini