Cinta Laura Blakblakan Bicara Pelecehan Seksual

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 02:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 33 2422666 cinta-laura-blakblakan-bicara-pelecehan-seksual-SXNuKR6Mpp.jpg Cinta Laura (Foto: Instagram Cinta Laura)

JAKARTA - Cinta Laura mengaku merasa miris melihat angka persentase perempuan Indonesia yang mengalami pelecehan seksual. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan secara nasional melalui IPSOS Indonesia, 82 persen perempuan Indonesia pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik.

Artis sekaligus duta anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut mengatakan, hatinya merasa hancur melihat masih tingginya angka pelecehan seksual kepada kaum perempuan.

Baca Juga:

Miris Lihat Konten di Indonesia, Cinta Laura Ingin Buat Channel YouTube Edukatif

Intip Koleksi Mobil Mewah Cinta Laura, Apa Saja?

Cinta Laura

“Percaya enggak percaya, 82 persen dari perempuan Indonesia pernah mengalami yang namanya pelecehan seksual di ruang publik. Dan itu sesuatu yang harus kita lawan, karena itu sangat sangat tidak adil dan enggak benar untuk perempuan Indonesia, harus merasa ketakutan dan enggak nyaman ke mana pun mereka pergi. It breaks my heart,” kata Cinta Laura dikutip dari kanal YouTube WAW Entertainment, Rabu (9/6/2021).

Aktris berdarah Jerman ini menjelaskan, pelecehan seksual ada beragam bentuk, dan jenis-jenis tersebut seringkali dijumpai di kehidupan sehari-hari. Bahkan, ironisnya bentuk-bentuk pelecehan seksual itu dinormalisasi oleh sebagian orang.

“Jadi, pelecehan seksual di ruang publik itu ada macam-macam, ya. Ada suit suit (catcalling). Misalnya, ‘kiw kiw’ atau ‘hei cantik mau kemana?’ Atau misalnya dicolek tanpa consent (persetujuan),” ujarnya.

Sebagai sesama perempuan dan duta anti-kekerasan, Cinta Laura ingin para perempuan di Indonesia lebih aware tentang pelecehan seksual.

“Perempuan Indonesia, kita harus belajar ya, siulan atau ‘hei neng cantik’ itu bukan compliment, itu bukan. Jangan merasa, ‘berarti menurut orang itu saya cantik’, no, it's harassment. Kita enggak bisa menormalisasikan behavior itu,” ungkapnya.

Hal yang membuat sedih lagi, adalah masih ada yang menyalahkan korban pelecehan seksual lantaran baju yang dipakainya. Padahal, pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja, tidak memandang gender dan pakaian yang dikenakan korban. Oleh karena itu, di setiap pelecehan seksual, yang selalu salah adalah pelaku.

“Baju enggak ada hubungannya dengan orang itu jadi korban kekerasan atau enggak. Karena yang pelaku lecehkan bukan bajunya tapi manusia. Jadi, masalahnya itu 100 persen di pelaku yang pikirannya kotor dan tidak bisa mengendalikan behavior mereka, 100 persen kesalahan di pelaku dan korban enggak pernah salah,” kata Cinta Laura.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini