Baru Dirilis, Album Kedua Hanin Dhiya Raih Platinum

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 21:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 205 2384171 baru-dirilis-album-kedua-hanin-dhiya-raih-platinum-F5TzOBjwjj.jpeg Hanin Dhiya (Foto: Instagram Hanin Dhiya)

JAKARTA - Prestasi ditorehkan penyanyi muda Hanin Dhiya, jebolan Rising Star RCTI. Album keduanya yang berjudul Jangan Sampai Pasrah meraih platinum awards.

Hanin Dhiya mengaku terkejut dengan torehan ini. Maklum album tersebut kurang lebih baru sebulan dirilis. Ia tak menyangka karyanya bisa disukai banyak orang.

"Nggak tahu, gak menyangka, belum satu bulan (rilis) predikatnya platinum. Terima kasih banyak untuk semua yang sudah mendengarkan album saya dengan legal, membeli album saya dan semua yang sudah mensupport Hanin, semoga album ini semakin banyak membahagiakan semua orang," ungkap Hanin Dhiya dengan wajah sumringah saat jumpa pers virtual, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga:

Wakili Indonesia, Hanin Dhiya Tampil di Takeover Tuesday

Kolaborasi dengan Penyanyi Malaysia, Ini Cara Hanin Dhiya Bangun Chemistry

Hanin Dhiya

Album Jangan Sampai Pasrah dirilis pada 25 Februari 2021 berisi 10 lagu dengan 2 bonus track. Dalam album ini, Hanin juga berkolaborasi dengan Sabyan dalam single bertajuk yang sama dengan nama albumnya, Jangan Sampai Pasrah.

Tak cuma itu, Hanin berkolaborasi pulan dengan produser internasional asal Swedia dalam dua bonus track yang berjudul Don’t Wait For Me dan Klandestin.

"Aku sangat berharap fans-fans aku suka dengan kedua lagu ini, karena ini adalah lagu-lagu yang aku harap bisa menunjukkan perkembangan dan pendewasaan bermusik aku. Aku bersyukur dengan kesempatan yang didapatkan untuk mengerjakan produksi dari lagu-lagu ini,” jelas Hanin.

Di era digital, untuk meraih prestasi platinum penyanyi harus meraih penjualan dengan angka yang signifikan, yakni mencapai Rp1 miliar. Berbeda dengan di masa lalu yang mengharuskan penyanyi menjual ratusan ribu kopi album fisik.

"1 platinum sama dengan Rp 1 Miliar. Penjualannya sudah mencapai itu. adi saat ini dengan adanya musik industri yang berbeda, peralihan, penghitungan bukan lagi kuantitas eksemplar." kata Alex perwakilan Warner Music Indonesia, label musik Hanin Dhiya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini