Singgung para Sarjana, Evi Masamba Beri Klarifikasi

Lintang Tribuana, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 33 2260042 singgung-para-sarjana-evi-masamba-beri-klarifikasi-kkxyw8xXoO.jpg Evi Masamba. (Foto: Instagram/@evi_masamba_real)

JAKARTA - Pedangdut Evi Masamba menjadi sorotan sejak berniat maju menjadi Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Tak sedikit netizen yang mempertanyakan pendidikan pelantun Muara Hati itu untuk memimpin sebuah daerah. 

Lewat Instagram, Evi menuliskan pendapatnya bahwa tak perlu mengecap pendidikan hingga sarjana untuk membangun sebuah daerah. Menurutnya, orang berpendidikan tinggi belum tentu bisa memimpin sebuah daerah. 

"Tidak perlu sarjana untuk membangun daerah sendiri tapi niat yang tulus harus dibangun dalam diri. Perlu diingat, sebagian yang berpendidikan juga ada yang tidak bisa bertanggung jawab dan merusak daerah sendiri,” ujarnya pada 8 Agustus silam. 

Evi Masamba.

Unggahan itu langsung menuai kecaman netizen. Banyak yang menilai Evi menjatuhkan citra para sarjana. 

"Maaf sebelumnya, captionnya tolong diperbaiki. Apalagi sampai bilang sarjana merusak daerah sendiri. Bukan apa-apa, akupun sarjana. Apa yang dibenak Kak Evi memang begitu?” komentar seorang netizen. 

Lainnya mengungkapkan protes senada. "Kenapa ujung-ujungnya menjatuhkan yang sarjana? Mending perbaiki dulu deh tata bahasanya biar enggak jadi perdebatan orang-orang," ungkap pengguna Instagram lainnya. 

Baca juga: Kampung Halaman di Luwu Diterjang Banjir, Evi Masamba Lelang Mobil untuk Donasi

Evi Masamba.

Terkait protes warganet tersebut, Evi akhirnya buka suara terkait unggahannya tersebut. Dia membantah perkataannya ditujukan untuk melecehkan semua pemilik gelar sarjana. 

"Assalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh netizen yang budiman dan pintar-pintar semua. Saya ingin meluruskan postingan saya yang menyinggung kalian,” katanya. 

Evi Masamba menambahkan, "Apakah setelah saya menulis SEBAGIAN sarjana merusak daerahnya? Apakah itu semua ditujukan para sarjana? JELAS TIDAK, karena kalau kalian tersinggung berarti kalian BAGIAN dari SEBAGIAN sarjana itu. Tetapi kalau tidak, kenapa harus tersinggung?"  

Ibu satu anak itu kemudian mengajak netizen untuk berpikiran positif tanpa menghakimi. Dia mengaku ucapannya itu sebagai bentuk membela diri dari pihak yang menyangsikan kemampuannya menjadi pemimpin Luwu Utara karena latar belakang pendidikan. 

"Dan perlu kalian ingat, saya cuma membela diri dari orang-orang yang mengatakan, tak ada pendidikan, tak pantas untuk membangun daerahnya. Saya cuma ingin menepis itu semua. Bahwasanya, siapapun berhak menjadi seorang pemimpin.”*

Baca juga: Kwon Mina Rehat dari Dunia Hiburan Usai Percobaan Bunuh Diri

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini