SEOUL - Kontroversi soal kemampuan bernyanyi TWICE masih berlanjut. Setelah netizen mempertanyakan kemampuan bernyanyi live Momo dan Tzuyu, kontroversi baru kini muncul.

Masalah kali ini melibatkan stasiun televisi SBS. Pada Minggu 14 Juni 2020 TWICE berhasil keluar sebagai pemenang di acara musik Inkigayo. Sebagai pemenang tangga lagu pekan ini, SBS kemudian mengunggah video encore fancam TWICE.
Tak lama setelah itu, video encore tersebut memicu kontroversi. Beberapa penggemar mengaku mendengar suara pria, diduga staf SBS, membicarakan TWICE di akhir klip.
Baca Juga:
- Fals, Netizen Pertanyakan Kemampuan Bernyanyi Live TWICE
- Sering Digoda Janda hingga Pria Homoseksual Via DM, Fauzi Baadilla: Tolong Sadar Diri
Desas-desus menyebutkan suara dalam video itu mengatakan, "Wow, mereka sangat buruk dalam bernyanyi."

Mengutip Soompi, Senin (15/6/2020), SBS lantas memberikan klarifikasi. Salah satu tv swasta terbesar Korea itu menjelaskan bahwa suara laki-laki dalam video bukanlah suara staf kru, melainkan audio dari tayangan iklan yang disiarkan sesaat setelah tayangan Inkigayo selesai.
Bahkan SBS juga merilis video yang menunjukkan bagaimana suara pria yang dikira berbicara tentang TWICE tersebut bisa cocok dengan iklan yang ditayangkan. Menurut SBS, karena iklan dapat didengar melalui sistem PA studio, audio menjadi masuk ke tayangan fancam TWICE.
Dalam video footage tersebut juga terungkap bahwa kalimat narasi yang sebetulnya diucapkan adalah “Melengkapi citra intelektual diriku,” bukan kalimat “Wow, mereka sangat buruk dalam bernyanyi."
Di akhir pernyataannya, SBS meminta maaf karena membuat fans marah karena kecelakaan kecil tersebut. "Kami meminta maaf karena tidak berhati-hati dalam mencegah kesalahpahaman seperti ini," ujar SBS.
"Meskipun ini hanyalah kesalahpahaman, kami tetap ingin meminta maaf kepada fans TWICE yang marah karena ini, kepada TWICE yang pasti memikirkan kekhawatiran fans, dan agensi TWICE," pungkas SBS.
(LID)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri