Instagram Lady Gaga dan Selena Gomez 'Dibajak' Aktivis Black Lives Matter

Lintang Tribuana, Jurnalis · Sabtu 06 Juni 2020 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 33 2225444 instagram-lady-gaga-dan-selena-gomez-dibajak-aktivis-black-lives-matter-zdyyo92KzL.jpg Selena Gomez dan Lady Gaga. (Foto: Flare Magazine/Instagram/@ladygaga)

LOS ANGELES - Lady Gaga dan Selena Gomez melanjutkan dukungan mereka untuk gerakan Black Lives Matter dengan mengundang organisasi antirasis. Hal ini dilakukan keduanya agar pesan melawan aksi rasisme bisa mengena langsung pada jutaan pengikut mereka. 

Karena itu, pada 5 Juni 2020, Gaga dan Gomez mengumumkan bahwa Instagram mereka diambil alih oleh aktivis Black Lives Matter. “Aku memberikan akun Instagramku ke masing-masing organisasi tersebut. Ini adalah upaya untuk menyuarakan kepentingan mereka,” ujar si Mother Monster dalam unggahannya di Instagram. 

Lady Gaga. (Foto: Instagram/@ladygaga)

Dia kemudian menambahkan, “Seluruh platform media sosialku, mengunggah cerita dan konten tentang suara anggota kelompok yang menginspirasi dan tak terhitung jumlahnya dalam komunitas Afro-Amerika.” 

Hal serupa juga disampaikan Selena Gomez melalui Instagram pribadinya. Selama beberapa hari ke depan, akun Instagram mantan kekasih Justin Bieber itu akan diambil alih agar aspirasi masyarakat keturunan Afro-Amerika lebih terdengar.

Baca juga: Ini Karya Rihanna yang Membuat Selena Gomez Jatuh Hati 

"Setelah berpikir cara terbaik menggunakan media sosialku, aku memutuskan untuk kita harus mendengar lebih banyak suara dari mereka, masyarakat Afro-Amerika,” ungkap Gomez.

Lady Gaga dan Selena Gomez memiliki jangkauan yang luar biasa di Instagram. Gomez memiliki 178 juta pengikut, sementara Gaga sekitar 42,1 juta follower. Di lain pihak, Black Lives Matter merupakan organisasi global yang mengusung misi memerangi kekerasan pada komunitas Afro-Amerika. 

Selena Gomez. (Foto: Instagram/@selenagomez)

Gaung Black Lives Matter kian populer karena digaungkan dalam aksi protes kematian George Floyd. Pria itu meninggal pada 25 Mei 2020, karena lehernya ditekan polisi menggunakan lututnya. 

Kematian pria keturunan Afro-Amerika itu dinilai mengandung unsur rasisme dan menuai kemarahan publik yang berujung pada berbagai aksi unjuk rasa di Amerika Serikat.*

Baca juga: Tersisa 2 Episode, Rating The King: Eternal Monarch Kembali Melorot

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini