Ratmi B29: Hidup antara Seni dan Medan Perang

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Rabu 13 Mei 2020 23:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 33 2213470 ratmi-b29-hidup-antara-seni-dan-medan-perang-ivKcPrJ0xM.jpg Ratmi B-29. (Foto: Ninmedia/YouTube/Film Lawak Jadul)

JAKARTA - Wajah bundar dengan tahi lalat di sudut atas kiri bibir menjadi ciri khas Suratmi. Di panggung lawak, dia dikenal sebagai Ratmi B29, pelawak perempuan pertama dengan guyonan renyah pengocok perut. 

Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 16 Januari 1932, Ratmi kecil sudah menunjukkan bakat bernyanyi. Namun bakat itu sempat ditolak sang nenek karena dia tak ingin cucunya menjadi ronggeng. 

Sempat melupakan bakatnya, Ratmi B-29 kembali menjajal dunia seni sepeninggalan sang ayah, Salimin. Dia kemudian merintis kariernya dengan menjadi penyanyi keroncong pada 1943. 

Ratmi B-29. (Foto: Majalah Vista)

Namun, dia kembali harus meninggalkan panggung seni dan bergabung dengan Barisan Srikandi/Laskar Wanita Indonesia (Laswi). Dia juga pernah menjadi staf Batalyon Brigade D/X-16 di Jawa Tengah. 

Setelah mengundurkan diri dari militer dengan pangkat sersan dua, Ratmi B29 bergabung dengan Orkes Studio Bandung pimpinan E. Sambojan. Dia kemudian menikah dengan Idris Indra yang membawanya hijrah ke Jakarta. 

Di Ibu Kota, dia dan suami membesarkan grup wayang orang Tritunggal yang berbasis di Kebon Kelapa, Jatinegara. Dalam grup itu, dia berperan sebagai penari, pesinden, dan pelawak.

Baca juga: 4 Pelawak Perempuan Legendaris Indonesia

Setelah bercerai dari Idris Indra, Ratmi B29 kembali ke Bandung dan bergabung dengan grup wayang orang lokal. Di Kota Kembang itu, dia sering tampil menghibur keluarga TNI yang membawanya mendapat julukan B-29. 

Dari panggung wayang orang, Ratmi kemudian merintis kariernya sebagai aktor komedi dengan berperan dalam dua film, Si Djimat (1960) dan Kuntilanak (1961). Dia kemudian dikenal sebagai seniman multitalenta, yang menguasai sinden, keroncong, sandiwara, film, hingga melawak. 

Puncak kejayaan Ratmi B29 terjadi di tahun ‘70-an yang membawanya membintangi sederet judul film, seperti Ketemu Jodoh (1973), Si Rano (1973), hingga Ratu Amplop (1974). Sepanjang kariernya, dia tercatat membintangi 32 judul film.

Ratmi B-29. (Foto: Ninmedia)

Baca juga: Jamal Ungkap Kemungkinan Naysila Mirdad Jadi Mualaf Jelang Menikah

Berpulangnya Ratmi B29

Kabar duka itu datang pada 31 Desember 1977. Ratmi B29 yang baru menyelesaikan syuting film Direktris Muda, tiba-tiba ambruk saat hendak memasuki pesawat dari Makassar menuju Surabaya. 

Ratmi B29 divonis kena serangan jantung. Namun saat perjalanan menuju rumah sakit, si Bomber 29 itu mengembuskan napas terakhirnya. Sebagai penerima tanda jasa Bintang Gerilya, Bintang Kemerdekaan I dan II, dan Bintang Gerakan Operasi Militer I dan V, dia disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. 

Suratmi menjadi pelawak Indonesia pertama yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Pada 2003, Triman yang merupakan anggota Srimulat pun dimakamkan di sana.*

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini