“Lo mikir enggak sih kalau borong semua sembako, enggak semua orang punya daya beli yang sama?,” kata pria 39 tahun.
Bila nantinya stok sembako tidak sebanding dengan jumlah permintaan warga, Aming khawatir akan timbul kecemburuan sosial. Sebab jika stok sembako menipis, para penjual otomatis akan menaikkan harga karena faktor kelangkaan barang.
“Orang-orang yang punya duit, which is bukan orang kaya doang saja yang punya duit, terus tiba-tiba ngeborong otomatis stok habis. Semakin tinggi permintaan, semakin tinggi harga. Kalau stok kosong, harga melambung. Masyarakat dengan daya beli rendah gimana?,” pungkas Aming.
(aln)