Thor: Ragnarok

Film-film solo Thor biasanya tak pernah mendapatkan apresiasi lebih dari para penggemar. Semua berubah ketika Taika Waititi dipercaya menulis dan menyutradarai film ketiga Thor, Ragnarok.
Petualangan dunia ruang angkasa yang dibawa oleh Thor sejak awal sukses digambarkan dengan baik oleh Waititi. Pendekatan surealis yang dipadukan dengan mitologi Norse dan peperangan alien dirasa sangat pas. Sebagai perbandingan, Kenneth Branagh menciptakan film pertamanya dengan lebih seperti sebuah drama Shakespeare yang lurus. Sementara itu Alan Taylor membawa film keduanya menjadi lebih biasa saja tanpa ada sesuatu yang mengejutkan.
Taika Waititi juga dinilai sukses menyuntikkan unsur komedi ke dalam tema utama cerita yang berpusat pada kehancuran Planet Asgard. Entah mengapa namun Thor versi Waititi, yang lebih mengandalkan komedi, terasa segar dan tak pernah membosankan.
Logan

Tak usah mempertanyakan mengapa film Logan garapan James Mangold menjadi satu-satunya film comicbook yang berhasil masuk nominasi Oscar dalam kategori Best Adapted Screenplay. Film ini memiliki cerita yang dibangun secara kuat dari skenarionya.
Tema, motif, dan struktur ceritanya dibuat klasik layaknya film-film Western. Mangold juga membawa film ini ke ranah R-Rated, yang jarang dilakukan oleh film-film X-Men lainnya.
Logan juga menjadi sebuah film perpisahan terbaik dari Hugh Jackman sebagai Wolverine. Setelah memerankan tokoh ini selama hampir dua dekade, Jackman rasanya tak perlu kembali menjadi mutan bertaring. Logan adalah film Marvel yang memiliki akhir paling tragis namun paling mengesankan.
(edh)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri