nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Horor, Suzzanna Pernah Bintangi Film Drama hingga Beradegan Panas

Rena Pangesti, Jurnalis · Sabtu 27 Juli 2019 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 26 33 2084199 selain-horor-suzzanna-pernah-bintangi-film-drama-hingga-beradegan-panas-2AnRVkiTmE.jpg Suzanna (Foto: Instagram)

JAKARTA – Suzzanna dikenal sebagai bintang horror ikonik karena kesuksesannya di sejumlah film seram Tanah Air yang melegenda hingga saat ini. Sebut saja Beranak dalam Kubur, Sundel Bolong hingga Malam Jumat Kliwon yang tayang di tahun ‘80an.

Namun tahukah Anda jika Suzzanna bukan memulai kariernya sebagai bintang film horror, melainkan lewat film drama bertajuk Darah dan Doa tahun 1950. Perannya di film garapan sutradara Usmar Ismail memang belum menjadi bintang utama. Tapi ini menjadi gerbang awal Suzzanna bermain di layar lebar Indonesia.

Selain Darah dan Doa, ada pula film Asmara Dara di tahun 1958 di genre drama musikal dengan nuansa komedi yang kental. Film ini mengisahkan tentang seorang ibu asrama dengan kisah anak-anak yang tinggal di dalamnya punya permasalahan sendiri.

 

Setelah film Darah dan Doa serta Asmara Dara, film-film berikutnya menjadikan Suzzanna tampil sebagai peran utama pada genre drama romantis bahkan sampai beradegan panas.

Lantas film apa saja yang dimaksud? Berikut ulasan Okezone.

1. Antara Timur dan Barat

 

Suzzanna mendapat peran utama di usianya 21 tahun dengan berperan sebagai Treesje Smit di film Antara Timur dan Barat. Film ini sendiri mengisahkan Letnan Effendi (Pitrajaya Burnama) yang terlibat dalam pertempuran revolusi kemudian mengalami luka dan dirawat oleh Treesje Smit.

Awalnya Treesje Smit berniat mengajak Effendi bergabung ke pihak Belanda, tetapi justru Effendi yang berhasil menimbulkan kesadaran Treesje, bahwa dia pun berdarah Indonesia (dari ibu).

Sejak saat itu perasaan cinta mulai muncul diantara mereka, namun kisah cinta itu berakhir tragis karena kehadiran Darmo, pria yang pernah berkhianat dengan Letnan Effendi di masa pertempuran. Darmo yang menyandera Treesje membuat Effendi turun tangan untuk menyelamatkan kekasihnya itu.

2. Bumi Makin Panas

 

Suzzanna melakoni perannya sebagai pelacur di film Bumi Makin Panas, kali ini ia beradu akting dengan Dicky Suprapto dalam film yang tayang tahun 1973.

Film yang disutradarai oleh Ali Shahab ini menceritakan kisah masa kecil Maria (Suzzanna) yang kelam. Saat dewasa, ia menjadi pelacur dan menjalin hubungan dengan pelukis bernama Arie (Dicky Suprapto).

Adegan panas pun disisipkan dalam film Bumi Makin Panas, sampai akhirnya Maria hamil. Kejadian ini kemudian diketahui oleh Yanti (Farida Feisol), kekasih “resmi” Arie. Yanti kemudian murka sampai akhirnya mencelakakan Maria sampai membuat dia keguguran.

3. Pulau Cinta

 

Pulau Cinta menjadi film drama romantis lain dari Suzzanna yang tayang pada 1978. Film ini mengisahkan seorang janda, Maria (Suzanna) bersama anak gadisnya Kiki (Nur Afni Octavia) yang tinggal di pulau kecil. Suaminya, sendiri Johanes yang merupakan mayor AL tewas di tengah badai saat berada di laut.

Sementara itu, Karto (Parto Tegal) yang merupakan teman Johanes ini memanfaatkan kesempatan untuk menguasai Maria beserta harta peninggalan temannya itu.

Film ini sendiri berhasil mendapatkan nominasi sebagai Pemeran Utama Terbaik Piala Citra tahun 1979. Sayang, penghargaan itu gagal diraih Suzzanna karena ia dikalahkan oleh Christine Hakim.

4. Lembah Duka

 

Jika pada film Antara Timur dan Barat mengisahkan tentang masa revolusi, maka di film Lembah Duka yang hadir di tahun 1981 menceritakan kehidupan suami istri yang lebih realistis untuk bertahan hidup dari kemiskinan.

Susanti (Suzanna) dan Marsudi (Roy Marten) adalah suami istri yang hidup pas-pasan. Kehidupan mereka dibantu oleh Ellen (Eva Arnaz) yang merupakan seorang pemilik salon sekaligus germo. Ingin memutus garis kemiskinan, Susanti memutuskan untuk menjadi pelacur dan bekerja dengan Ellen.

 

Susanti ingin berhenti untuk melacurkan dirinya, tapi ia berhadapan dengan kondisi di mana sang anak, Waluyo membutuhkan banyak biaya untuk cuci darah. Sang suami, Marsudi tidak bisa berbuat apa-apa sampai akhirnya hubungan mereka menjadi dingin.

1
2
BERITA FOTO
+ 9

Pesona Cantiknya Artis Astrid Tiar

Astrid Tiar merupakan seorang pemeran wanita di Indonesia. (Foto: Instagram @astridtiar127)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini