Usaha untuk meminta keadilan telah dilakukan. Pada Maret 2019 kemarin, mereka mengajukan petisi ke Kementerian Ketenagakerjaan dan Tenaga Kerja Korea atau MOEL. Atas hal ini, CEO Human Art meminta pegawainya untuk membatalkan petisi mereka dan berjanji akan membayar tunggakan itu dengan batas akhir Mei.

“Aku menolaknya karena tidak pernah dibayar tepat waktu. Jadi aku tidak bisa mempercayai apa yang dikatakan CEO dan tetap mengajukan petisi,” lanjut staff tersebut.
Geram, CEO Human Art pun membalas tindakan pegawainya itu dengan tak membayarkan upah mereka meskipun sudah melampaui batas yang dijanjikan. Hal ini terlihat dalam percakapan teks yang diungkapkan oleh penulis posting saat meminta bayarannya.

“Apakah Anda benar-benar akan membayar saya bulan ini? Kapan kamu akan membayarku? Anda mengatakan akan membayar pada bulan Maret, dan kemudian pada bulan April. Mari kita selesaikan dengan ini kalau begitu," katanya kepada CEO tersebut.