nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Totalitas dan Kesederhanaan, Jadi Image Anggun Berkarier

Agregasi Sabtu 30 Maret 2019 07:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 29 205 2036910 totalitas-dan-kesederhanaan-jadi-image-anggun-berkarier-X4ps8zCCjW.jpg Anggun (Foto: Instagram)

JAKARTA - Sebagai penyanyi dengan kelas internasional, tentu saja Anggun memiliki karakter tersendiri. Kejujuran dalam berkarya dan selalu menjadi diri sendiri adalah kunci eksistensinya di dunia musik.

Dilansir Sindonews, Anggun Cipta Sasmi ini merupakan putri dari Darto Singo, seorang penulis asal Kroya, Jawa Tengah, dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Anggun dibesarkan dalam keluarga yang penuh seni.

Sejak usia tujuh tahun, Anggun latihan vokal setiap hari oleh ayahnya. Anggun diajarkan berbagai latihan teknik vokal dengan penuh disiplin. Tidak hanya itu, Anggun juga diajarkan bermain piano.

 

“Sejak masih kecil, saya sudah terbiasa pada hal-hal yang berkaitan dengan seni,” ujar Anggun saat ditemui di Pasific Place, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Baca Juga: Rambu Piras Ungkap Pelajaran Bermakna dari Anggun C Sasmi

Dengan dimanajeri ibunya, Anggun kemudian mulai tampil di panggung. Pada usia sembilan tahun, Anggun mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dan mulai merekam album anak-anak. Saat menginjak usia 12 tahun, Anggun meluncurkan album rock pertamanya berjudul “Dunia Aku Punya “ pada 1986.

Album tersebut diproduseri oleh gitaris terkenal Indonesia, Ian Antono. Nama Anggun mulai populer ketika pada 1989 merilis single berjudul Mimpi. Menurut majalah Rolling Stone, Mimpi merupakan salah satu dari “150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa”.

Popularitas Anggun terus melejit dengan dirilisnya sederet single seperti Tua-Tua Keladi dan Takut. Pada usianya yang masih belia, Anggun telah berhasil melejit sebagai salah satu penyanyi rock paling sukses pada awal 1990-an.

Pada tahun 1994 Anggun meninggalkan Indonesia untuk mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Bersama Michel Georgea, Anggun menetap di London, Inggris selama setahun, untuk memulai kariernya lagi dari nol.

Dia rajin mengirim demo rekaman ke berbagai studio di Inggris dan juga pergi ke klub-klub untuk memperkenalkan dirinya sebagai penyanyi. Biaya hidup yang tinggi di London membuat uang Anggun habis sedikit demi sedikit.

“Saya pun harus menerima kekecewaan berbulan-bulan kemudian karena demo rekaman saya tidak mendapat respons positif,” ujar Anggun. Anggun akhirnya berada pada kesimpulan bahwa saat itu tren musik di Inggris adalah grup penyanyi perempuan seperti Spice Girls.

Dia berpikir tidak akan memiliki masa depan di Inggris dan berencana untuk memulai karier di negara Eropa. Dia sempat berniat pindah ke Belanda, namun kemudian ia beralih ke Prancis.

“Keindonesiaan dalam diri saya tidak harus saya tampilkan dengan menggunakan batik. Diri sayalah yang saya tampilkan dan mencerminkan keindonesiaan itu sendiri,” ujar Anggun. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang produser berkebangsaan Prancis, Anggun memulai karier internasionalnya.

Erick pernah menggarap album sejumlah penyanyi kenamaan seperti Celine Dion, Jean-Jacques Goldman, dan Johnny Hallyday. Anggun pun berhasil merekam album internasional pertamanya berjudul “Snow on the Sahara “ pada 1997.

Album ini dirilis di 33 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat. Anggun sukses menoreh sejarah dengan menjadi penyanyi berkebangsaan Indonesia pertama yang menembus tangga musik Billboard .

Lagu Snow on the Sahara mencapai posisi 16 di Billboard Hot Dance/Club Play, posisi 19 di Billboard Border Breakers Chart, serta posisi 22 di Billboard Adult Contempory Chart. Lagu Anggun juga menduduki posisi kedua setelah Celine Dion dalam daftar single terfavorit jurnalis Billboard tahun 1998.

Sejak saat itu, Anggun telah menghasilkan sebanyak tujuh album studio dan satu album soundtrack untuk film Denmark berjudul Open Hearts pada 2002. Anggun pun sukses menjadi penyanyi Indonesia pertama yang berhasil menembus industri musik internasional dan album-albumnya telah meraih penghargaan gold dan platinum di beberapa negara Eropa.

“Saya tidak ingin menjadi trendi. Saya juga tidak ingin menjadi seperti penyanyi Eropa, Swedia misalnya. Saya tampil menyanyi dengan ciri khas saya sendiri,” ujar Anggun. Anggun sering dijuluki sebagai diva Indonesia oleh media dalam dan luar negeri.

Anggun dikenal sebagai penyanyi yang memiliki jenis suara kontralto yang tebal, serta teknik improvisasi vokal yang unik. Pada awal kariernya, Anggun banyak dipengaruhi penyanyi dan grup musik bergenre rock seperti Guns N’ Roses, Bon Jovi, dan Megadeth sehingga album-albumnya selama di Indonesia tidak lepas dari jalur musik rock.

 

Namun, sejak beralih menjadi penyanyi internasional, jenis musik Anggun lebih variatif dan selalu berbeda di setiap albumnya. “Hal yang selalu saya junjung dalam berkarya adalah kejujuran. Baik itu dalam lirik lagu maupun kemampuan vokal saya,” ujar Anggun.

(edh)

BERITA FOTO
+ 7

Aksi Panggung Band Toto di BNI Java Jazz Festival 2019

Penampilan vokalis Band Toto Joseph Williams (kanan) dan Gitaris Steve Lukather dalam ajang BNI Java Jazz Festival 2019 di Jakarta, Minggu 3 Maret 2019.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini