Dikecam Netizen, Atta Halilintar Hapus Unggahan soal Penembakan Selandia Baru

Revi C. Rantung, Jurnalis · Minggu 17 Maret 2019 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 17 33 2031201 dikecam-netizen-atta-halilintar-hapus-unggahan-soal-penembakan-selandia-baru-Li4pi9EagC.jpg Atta Halilintar. (Foto: Instagram/@attahalilintar)

JAKARTA – YouTuber Atta Halilintar akhirnya memutuskan untuk menghapus unggahannya tentang insiden penembakan masjid di Selandia Baru, setelah menuai kecaman publik.

Hal itu bermula pada 15 Maret 2019, ketika Atta mengunggah foto dirinya sedang menodongkan senjata api ke arah kamera dengan caption penuh emosional. “Set*n biad*b kau, Brenton! Nangis menonton videonya. Turut berdukacita untuk 49 orang yang dibunuh saat salat Jumat,” katanya.

Baca juga: Foto Bareng Ma'ruf Amin, Atta Halilintar Malah Dikritik Netizen

Atta Halilintar menambahkan, “Menembak ada aturan dan tata caranya. Semoga korban-korban (yang meninggal) di hari Jumat di dalam masjid (mati) syahid. Pray for New Zealand, Tuhan memberkati Indonesia.”

Sebelum dihapusnya, postingan itu mendapatkan lebih dari 529.000 likes dan l6.472 komentar. Tak hanya komentar mendukung, unggahan itu dipenuhi kecaman keras netizen yang menilai Atta turut menyebarkan kekerasan dan kebencian lewat postingannya.

Akun @clarinidy menuliskan, “YouTuber nomor 1 di Asean, tapi soal etika lo nomor sekian. Bukan menembak ada aturan tata caranya, tapi berbela sungkawa itu ada aturan dan tata caranya.”

Sedangkan pemilik akun @janineintansari yang mengatakan, menyebarkan wajah teroris di media sosial tak membantu untuk menghentikan teror itu sendiri. Atta, menurutnya, malah membantu menyebarkan teror yang dibuat si pelaku.

Netizen itu mengklaim, pemilihan bahasa dan foto yang diunggah Atta sangat tidak layak untuk dikonsumsi publik. “Dalam masa sensitif seperti ini menyampaikan pesan dengan sangat jelas adalah hal yang penting. Karena publik bisa menyalahartikan unggahanmu,” katanya.

Komentar keras lainnya datang dari akun @anggasasongko. Dia menilai, Atta Halilintar tak pantas mengunggah hal tersebut mengingat dia memiliki ‘pengaruh’ di antara anak muda.

Baca juga: Dapat Perlakuan Tak Menyenangkan, Tsania Marwa Polisikan Atalarik Syah

Atta, saya hampir lepas kontrol saat menulis ini. Tapi saya disadarkan bahwa pesan yang ingin saya tulis adalah: berhenti menyebarkan kebencian, putuskan siklus kekerasannya. Bila hal ini sulit kamu mengerti dengan kepala, setidaknya proses kata-kata itu dengan hati,” ujar netizen tersebut.

Seperti diberitakan Okezone sebelumnya, insiden penembakan itu terjadi di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019. Peristiwa nahas yang terjadi sesaat setelah ibadah salat Jumat itu menewaskan sekitar 49 orang.*

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini