"Aku dulu pernah ziarah ke makam 9 wali. Pas ziarah kan kita ramai-ramai ya satu bus. Terus kita singgah di Pati atau dimana gitu, kita berhenti buat istirahat di salah satu hotel," tutur Naomi saat memulai ceritanya pada Okezone.
"Terus aku bilang sama resepsionis kamarnya kan, aku bilang minta tukang urut satu dong dikirim ke kamar aku, soalnya badan aku pegal banget karena duduk di bis lama kan ya," sambungnya.
Naomi melanjutkan, tak lama setelah ia memesan tukang urut, datanglah seorang wanita paruh baya ke kamarnya. Menggunakan kebaya dan kain batik, Naomi pun mempersilahkan wanita tersebut masuk dan memijit bagian tubuhnya yanh pegal.
"Setelah itu, enggak lama, datang tukang urutnya, mbok-mbok. Dia pakai kebaya, pakai kain gitu. Dia ngetok kamar aku dan aku suruh masuk, karena aku pikir itu tukang urut yang disiapin hotel. Terus aku minta kaki dan badan aku dipijit, dan dia ngomong pakai bahasa Jawa," paparnya.
"Aku mikirnya oh mungkin karena daerahnya ya, mungkin terbiasa pakai bahasa Jawa. Akhirnya dipeganglah badan aku, dipijit, diurut, tapi dia sambil nembang, nyanyi lagu Jawa. Aku bingung diurut sambil dia nyanyi tembang Jawa," tambahnya.
Sempat bingung dengan penampilan dan ucapan wanita tersebut yang memang menggunakan bahasa Jawa, Naomi pun nampak santai dan menikmati setiap pijitan. Lucunya, saat selesai pijit, dirinya mengaku bingung lantaran mencari keberadaan wanita tersebut yang tiba-tiba saja menghilang.