nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengacara Beberkan Penyebab Dua Kericuhan di Sidang Ahmad Dhani

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 18:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 12 33 2016977 pengacara-beberkan-penyebab-dua-kericuhan-di-sidang-ahmad-dhani-Bf12mGEaGV.jpg Ahmad Dhani (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Kericuhan sempat mewarnai sidang pencemaran nama baik yang dijalani oleh musisi Ahmad Dhani di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/2/2019). Hal tersebut bahkan sempat terjadi dua kali saat berlangsungnya sidang pembacaan eksepsi.

Baca Juga: Ahmad Dhani Dikabarkan Sakit di Rutan Medaeng

Aldwin Rahadian selaku kuasa hukum Dhani mengungkapkan bahwa kericuhan pertama terjadi lantaran pihaknya menolak untuk dipakaikan rompi berwarna oranye. Namun kericuhan tersebut tak berlangsung lama lantaran pihak Jaksa menyetujui Dhani tak mengenakan rompi tahanan berwana oranye.

"Kericuhan itu, pertama, tadi pagi tidak terlalu ricuh karena mas Dhani diminta pakai rompi tahanan, kami tolak. Kenapa tolak? Karena Mas Dhani bukan ditahan dalam perkara di Surabaya ini, dia sebagai orang merdeka. Jaksa hanya menghadirkan saja, dia ditahan karena perkara yang di Jakarta. Itu kan jelas sudah," papar Aldwin saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ahmad Dhani

"Akhirnya ya enggak (pakai rompi) dong. Karena berdasarkan hukumnya saja, sudah jelas. Dhani itu bukan tahanan hukum untuk perkara di Surabaya," tambahnya.

Sementara itu, video pihak Dhani bertengkar dengan pihak kejaksaan pun nampak viral di sosial media. Dalam video tersebut terlihat keduanya adu mulut dengan menggunakan bahasa Jawa.

Rupanya hal tersebut terjadi lantaran Dhani dilarang pihak kejaksaan untuk menjawab pertanyaan awak media. Ia pun nampak ditarik oleh pihak kejaksaan untuk masuk ke mobil tahanan dan dibawa ke Rutan Medaeng.

"Kedua yang agak ricuh ketika selesai sidang, wartawan sempat berkerumun untuk meminta waktu, mas Dhani ingin menyampaikan pernyataan di media, tapi tiba-tiba ditarik-tarik Jaksa untuk segera masuk ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Medaeng. Artinya ini kan tidak diberikan kesempatan sama sekali, maksudnya apa?" paparnya.

Baca Juga: Tampil Bercadar, Istri Pasha Ungu Banjir Pujian

"Dhani ini bukan tahanan yang ada di Surabaya. Yang kedua, terlalu arogan menurut saya, melebihi kewenangan dengan menutup akses ke media. Enggak boleh itu," tandasnya.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini