Siasat DJ Yasmin Kikis Stigma Buruk Profesi Female DJ

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Sabtu 26 Januari 2019 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 26 33 2009775 siasat-dj-yasmin-kikis-stigma-buruk-profesi-female-dj-OTTqd23m5o.jpg DJ Yasmin. (Foto: Instagram)

JAKARTA โ€“ Lekat dengan dunia malam, profesi sebagai female disk jockey (DJ) kerap dianggap sebelah mata oleh sebagian orang. Hal itu sangat dipahami Fahria Yasmin Baladraf a.k.a DJ Yasmin.

Karena itu, DJ Yasmin memiliki cara jitu agar dirinya tak dicap sekadar DJ yang hanya bermodalkan tubuh seksi dan wajah menawan. Kepada Okezone, dia mengklaim, fokus menghasilkan musik terbaik merupakan cara jitu lepas dari imej tersebut.

Baca juga: Soal Bisnis, DJ Yasmin Pilih Buka Restoran Keluarga Ketimbang Kue Artis Kekinian

Cara itu sekaligus alasan kenapa DJ Yasmin mampu bertahan selama 11 tahun menekuni profesi disk jockey. Profesi itu, menurut perempuan 31 tahun, telah membawanya melanglang buana ke berbagai negara. Dia pernah tampil di Swiss, Spanyol, hingga Belanda.

Seiring waktu dan pengalaman, DJ Yasmin mengaku semakin mantap dengan jalur karier yang dipilihnya. Dia bahkan mampu mengubah stigma buruk masyarakat terhadap profesi female DJ yang identik dengan sensualitas dan dunia malam.

โ€œUntuk isu seksi, aku menyiasatinya dengan berpakaian semestinya. Tak perlu terlalu terbuka, yang penting nyaman. Aku biasanya pakai sneaker, crop top dan jaket setiap kali tampil,โ€ kata DJ Yasmin.

Yasmin menegaskan, tampil seksi bukanlah hal utama yang ingin ditonjolkannya. Pasalnya, dia hanya ingin setiap orang yang menonton penampilannya bisa menikmati musik dan crowd yang disajikannya.

Baca juga: Honor Manggung Female DJ Bisa Capai Rp70 Juta per Jam

โ€œKalau kamu berkarier dengan kesungguhan dan menuai prestasi, orang-orang pasti akan melihatnya. Perlahan, (prestasi) itulah yang akan mengikis pandangan buruk publik terhadap profesi female DJ,โ€ katanya.*

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini