Lebih dalam, Handoko menjelaskan dalam ekspresi Vanessa Angel, dia memang terlihat sedih. Tapi, sayangnya Handoko tidak mengetahui alasan di balik kesedihannya, sebab Vanessa tidak mengungkapkan, namun ada sebuah kata yang nyatakan Vanessa.
“Nah, sekarang soal sedih ya sedihh kita bisa lihat tapi kita tidak tahu alasannya, kecuali dia yang ngomong. Nah ini Vanessa ngomong dan kata itu adalah korban. Yang artinya tangisan dia itu untuk mendukung pernyataannya kalau dia adalah korban,” imbuhnya.
“Jadi itu sebetulnya kalau kita gini yang jelas untuk bisa memahami dia korban atau bukan, itu adalah tugas kepolisian. Tapi, pernyataan tadi sengaja menggiring audience ke arah sana supaya melihat dia sedih, simpatik dengan alasannya dan seterusnya,” sambungnya.
Handoko melihat secara merinci ekspresi wajah, gerakan kepala, hingga tatapan mata Vanessa Angel. Berdasarkan analisa Handoko, tidak ditemukan gerakan yang kontinyu dari Vanessa saat menangis.
“Makanya, kalau tadi saya lihat ekspresi wajah dia, termasuk arah kepala dan mata itu tidak kontinyu, biasanya orang nangis, trauma itu kita masih melihat ekspresi itu di tengah-tengah jeda antar kata, kalau di-freeze masih kelihatan, nah ini hanya muncul di beberapa momen atau kalimat saja. Menurut saya dia ingin agar audience memahami kalau dia adalah korban,” pungkas Handoko. (edh)
(aln)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri