Setelah Dupa dan Kemenyan, Restoran Ashanty dapat Teror Bungkusan Kain Kafan

Hana Futari, Jurnalis · Senin 24 September 2018 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 24 33 1954647 setelah-dupa-dan-kemenyan-restoran-ashanty-dapat-teror-bungkusan-kain-kafan-y5SnU8e1sh.jpg Ashanty dan Aurel (Foto: Youtube)

JAKARTA – Rumah makan milik keluarga Ashanty dan Anang kembali mendapat teror yang cukup menyeramkan. Kali ini ada seseorang yang yang menaruh sebuah bawang putih yang dibungkus dengan sehelai kain kafan.

Kepada awak media, Ashanty pun menceritakan kronologis kejadian terdapatnya bungkusan kain kafan di salah satu outlet restorannya.

Menurut istri Anang Hermansyah ini, seseorang yang menaruh bungkusan tersebut merupakan seorang wanita cantik yang sempat membeli makanan di outletnya tersebut.

 

“Jadi ada ibu-ibu cuma aku pikir ini sudahlah. Jadi dia datang bawa bawang putih tunggal dibungkus kain kafan. Awalnya dia jadi pembeli tapi belinya cuma satu terus gelagatnya aneh. Habis dia bayar dia bawa pesanannya. Terus dia tinggalin ini (kain kafan). Pas pulang dibilangin sama mbak-mbak di kasir 'bu ini ketinggalan',” ujar Ashanty seperti dalam sebuah tayangan yang dilansir Okezone melalui YouTube, Senin (24/9/2018).

- Baca Juga: Ashanty Minta Pelaku Pembakaran Dupa di Restorannya Minta Maaf

Melihat bungkusan kecil yang ditinggalkan ibu-ibu tersebut, para kru outlet pun tak berani membukanya. Kemudian, pada malam hari, para kru pun mengatakan kepada kepala toko mereka jika ada bungkusan aneh tersebut di outlet.

“Anak-anak enggak ada yang berani megang. Terus kan enggak ada yang berani buka, akhirnya sampai malam disimpan terus ngomong ke store leader kalau ada barang orang ketinggalan. Pas dibuka kayak kain kafan terus dibungkus bawang putih tunggal,” sambung pelantun lagu Jodohku tersebut.

“Kain kafan sama bawang putih tunggal itu kan aneh banget. Itu kejadiannya 2 hari setelah kejadian yang sebelumnya. Itu kejadian yang aneh deh,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya Ashanty juga sempat menerima teror pertama di outletnya berupa pembakaran dupa hingga berbau menyan. Kejadian tersebut terjadi 2 hari sebelum insiden kain kafan ini.

Saat itu menurut Ashanty kira-kira pukul 18.00 WIB ada seorang pelanggan yang datang ke outletnya. Pelanggan tersebut berteriak-teriak ingin memesan.

Padahal, peraturan yang ada di outlet tersebut, pembeli yang ingin memesan harus melalui kasir. Seketika orang tersebut pergi meninggalkan restoran Ashanty.

Kemudian pada pukul 03.00 WIB dini hari, orang tersebut kembali lagi dan membakar dupa di meja. Merasa terganggu, kru outlet Ashanty pun meminta agar orang tersebut tidak membakar dupa di area restoran. Lalu orang tersebut pergi ke kamar mandi dan membakar banyak dupa di sana. (edh)

(kem)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini