nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laporkan Ancaman Pembunuhan, Dewi Sanca Bantah Cari Sensasi

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 16 Agustus 2018 18:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 16 33 1937617 laporkan-ancaman-pembunuhan-dewi-sanca-bantah-cari-sensasi-Zjx2KTpRFQ.jpg Foto: Adiyoga/Okezone

JAKARTA - Pihak Dewi Sanca memastikan ancaman pembunuhan yang dia alami benar-benar terjadi. Lewat pernyataan kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Dewi memastikan kasus yang dia laporkan bukan rekayasa.

"Kami tegaskan kami tidak mencari sensasi karena didukung oleh dua alat bukti yang cukup hingga akhirnya laporan diterima oleh pihak kepolisian," ujar Minola di Mapolda Metro Jaya, Jakarta (16/8/2018).

Diberitakan Okezone dari hasil peliputan sebelumnya, Dewi Sanca resmi melaporkan ancaman pembunuhan yang dia alami dari seseorang berinisial DN. Siang tadi, laporan Dewi diterima pihak kepolisian dengan nomor LP/4343/VIII/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

(Baca juga: Selain Diancam Dibunuh, Dewi Sanca Juga Alami Pelecehan)

Kepada polisi, Dewi Sanca dan tim kuasa hukumnya menyerahkan dua alat bukti berupa salinan chat serta saksi yang mengetahui ancaman terhadap Dewi. Kata Minola, alat bukti yang dibawa dirasa cukup oleh pihak kepolisian untuk membuat laporan.

"Memang itu gunanya konseling (dengan penyidik kepolisian), untuk melihat apakah orang melapor itu ada barang bukti yang cukup apa enggak," jelas Minola Sebayang.

(Baca juga: Dapat Ancaman dari Oknum Pengacara, Dewi Sanca Akan Tempuh Jalur Hukum)

Atas perbuatannya terhadap Dewi Sanca, DN diancam Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 45 ayat (3) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP. Menurut keterangan Minola Sebayang, penyidik untuk sementara memakai pasal penghinaan dan pencemaran nama baik.

"Ancamannya 4 tahun (penjara), dendanya Rp. 750 juta," kata Minola.

Dewi Sanca sendiri menerima ancaman pembunuhan dari DN pada 8 Agustus 2018. Kala itu, Dewi sempat terlibat percekcokan dengan DN sebelum ancaman pembunuhan itu terlontar.

"(Ancamannya) berkali-kali ya. Via WhatsApp, telepon," tutur Dewi Sanca.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini