nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Sidang Putusan, Tio Pakusadewo Banjir Dukungan

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 16:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 17 33 1923566 jelang-sidang-putusan-tio-pakusadewo-banjir-dukungan-Djh740K3xf.jpg Foto: Adiyoga/Okezone

JAKARTA - Dukungan terhadap Tio Pakusadewo masih mengalir hingga jelang sidang putusan. Terbaru, sejumlah organisasi masyarakat dan akademisi memberikan turut memberikan dukungan untuk Tio.

Dalam sesi jumpa pers yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (17/7/2018), sejumlah akademisi dan perwakilan ormas mendeklarasikan diri sebagai Sahabat Pengadilan (Amicus Curiae) bagi Tio Pakusadewo. Mereka mengajukan komentar tertulis ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk bahan pertimbangan Majelis Hakim.

Dalam berkas yang diajukan, gerakan yang menamakan diri sebagai Sahabat Pengadilan memohon pada Majelis Hakim agar bersedia menjatuhkan hukuman rehabilitasi untuk Tio Pakusadewo. Menurut mereka, Tio tidak dapat dikategorikan sebagai pengedar karena hanya mengonsumsi narkoba untuk diri sendiri.

(Baca juga: Tak Dilupakan Anak, Tio Pakusadewo Tetap Bersyukur Berada di Balik Jeruji Besi)

"Tio diposisikan sebagai pengguna murni, dan tidak terlibat jaringan peredaran gelap. Tio berhasil melakukan rehabilitasi yang direkomendasikan oleh tim asesmen terpadu. Treatment yang tepat adalah rehabilitasi bukan penjara," ujar Miko Ginting, selaku salah satu akademisi yang terlibat dalam gerakan Sahabat Pengadilan.

Selain dari segi hukum, mereka juga menyoroti sisi humanis dalam kasus Tio Pakusadewo. Menurut Alviana, perwakilan Persatuan Korban Napza Indonesia, penjara bukan tempat yang tepat bagi korban penyalahgunaan narkotika seperti Tio.

"Kalau di penjara, maka akan semakin naik kelas seperti yang awalnya pengguna, akan menjadi pengedar. Dengan di penjara, maka akan tidak semakin baik. Barang di lapas sangat banyak dan subur," jelas dia.

Seperti diketahui, Tio Pakusadewo dituntut enam tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum. Dia dinilai bersalah atas kepemilikan sabu seberat 1,06 gram dan dikenakan Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(Baca juga: Jelang Sidang Vonis, Tio Pakusadewo Ngaku Ingin Bebas)

Kendati demikian, Miko Ginting di akhir pernyataannya mengaku tetap menyerahkan segala keputusan pada Majelis Hakim. Komentar tertulis yang diajukan Sahabat Pengadilan hanya bersifat sebagai bahan pertimbangan bagi Majelis Hakim.

"Kami bukan mengintervensi, tapi kami mendorong, membantu Majelis Hakim untuk menjatuhkan putusan," tandas Miko Ginting.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini