Ariana Grande Akui Masih Trauma Tragedi Bom Manchester

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 17:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 31 33 1905082 ariana-grande-akui-masih-trauma-tragedi-bom-manchester-16vK7ec4D4.jpg Ariana Grande (Foto: Reuters)

LOS ANGELES - Ariana Grande mengaku jika hingga saat ini, dirinya masih belum dapat melupakan kasus pengeboman yang terjadi di Manchester Arena 2017. Kejadian tersebut telah merenggut 22 nyawa peserta konser dan melukai dari 500 lainnya.

Dia mengaku, bahwa hingga saat ini dia masih merasakan kengerian dari kejadian tersebut.

"Saya kira dengan waktu, dan terapi, dan menulis, dan menuangkan hati saya, dan berbicara dengan teman-teman dan keluarga saya bahwa akan lebih mudah untuk dibicarakan. Tetapi masih begitu sulit untuk menemukan kata-kata yang tepat," ujar Ariana, seperti dikutip dari laman E! Online, Kamis (30/5/2018).

Aksi Panggung Ariana Grande Bawakan

(Baca Juga: Berkas P21, Selebgram Angela Lee Ditahan di LP Wirogunan)

(Baca Juga: Gugatan Dea Annisa Dikabulkan, DHL Express Wajib Ganti Rugi)

Penyanyi cantik berusia 24 tahun tersebut juga sudah melakukan berbagai cara untuk meringankan beban para korban dan keluarganya. Salah satunya adalah dengan melakukan konser amal bertajuk One Love Manchester.

"Kenyataan bahwa semua orang itu mampu mengubah sesuatu yang mewakili kemanusiaan yang paling keji menjadi sesuatu yang indah dan menyatu dan penuh kasih sangatlah mengesankan,” ungkapnya.

"Kami sedang dalam masa yang sulit dan orang-orang telah menanggapi dengan penerimaan, cinta, inklusi, dan gairah. Generasi ini, mereka berdiri dan mereka tidak akan menerima jawaban," lanjutnya.

Aksi Panggung Ariana Grande Bawakan

Kemudian, sebagai seorang penyanyi, dia juga memberikan dukungan moral kepada para korban dengan cara membuat lagu. Salah satunya adalah lagu terbarunya, yakni No Tears Left to Cry.

“Saya juga menangis 10 ratus kali saat menulis lagu tersebut. Ini adalah hati saya yang berdarah, dan di sini ada melodi di belakangnya. Pasti ada yang menangis di lantai dansa," paparnya.

Akan tetapi, meski telah menciptakan lagu yang bagus, dia masih tetap belum terlalu percaya diri. Dia pun merasa lebih rentan dari sebelumnya.

"Saya tidak pernah rentan terhadap diri saya sendiri. Tapi saat ini aku merasa seperti hampir lulus. Aku merasa lama sekali lagu-lagunya bagus, tapi itu bukan lagu yang membuatku merasakan sesuatu seperti lagu-lagu ini," ungkapnya.

Pada awalnya, dia memang tidak ingin terlalu banyak membagikan perasaannya terlalu banyak. Namun pada akhirnya, dia memberanikan diri untuk mengatakanya.

"Hal yang membuat saya merasa lebih baik dengan lebih terbuka dan akhirnya membiarkan diri saya menjadi rentan adalah bahwa saya tahu (penggemar saya) merasakan perasaan yang sama,” tegasnya.

“Saya sudah berbicara dengan mereka tentang hal itu. Saya memiliki penggemar yang memiliki menjadi teman saya. Saya punya nomor mereka dan kami berbicara sepanjang waktu. Saya memainkan (lagu) untuk mereka sebelum saya memainkannya untuk label saya. Mereka seperti, 'Terima kasih,' ketika mereka mendengar yang satu itu. menakutkan untuk melakukan itu, tetapi melihat mereka seperti, 'Saya mengerti, saya merasakan itu juga’,” lanjutnya.

“Saya hanya kewalahan oleh betapa sederhananya jika kamu membiarkannya,” tutupnya, sambil meneteskan air mata di pipinya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini