nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gatot Brajamusti Vertigo, Sidang Ditunda 1 Bulan

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 31 33 1905063 gatot-brajamusti-vertigo-sidang-ditunda-1-bulan-Lpu6Dgmulg.jpg Gatot Brajamusti (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gatot Brajamusti sempat dikabarkan akan menghadiri sidang lanjutan kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018). Informasi itu disampaikan sendiri oleh kuasa hukum Gatot, Achmad Rulyansyah belum lama ini.

Lantas, bagaimana kelanjutan kasus Gatot yang saat ini masih dalam tahap penyembuhan stroke ringan? Kata Achmad Rulyansyah, sidang kembali ditunda karena kondisi mantan Ketua Umum PARFI tidak memungkinkan.

"Sebenarnya bisa dihadirkan, cuma tadi jaksa bawa surat keterangan sakit dari dokter, ya kita bisa apa? Kata dokternya jangan dihadirkan dulu," tutur Ruly kepada Okezone di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(Baca Juga: Camila Cabello hingga Gal Gadot Tampil di Video Musik Terbaru Maroon 5)

(Baca Juga:Variety Show Sehun 'EXO', Busted! Pastikan Kembali dengan Season 2)

Melanjutkan keterangan Ruly, Nanang Hamdani yang juga tergabung dalam tim kuasa hukum Gatot mengatakan, kliennya saat ini juga mengalami masalah kesehatan selain stroke. Oleh karenanya, dokter tidak memberi izin pada Gatot untuk hadir di sidang.

"Ada vertigo juga katanya," jelas Nanang.

Lantaran kondisi kesehatan Gatot tidak memungkinkan, Majelis Hakim memutuskan penundaan sidang dengan jeda waktu yang cukup lama. Menurut informasi yang disampaikan Achmad Rulyansyah, sidang ditunda selama satu bulan.

Sidang kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar yang menyeret Gatot Brajamusti sejatinya sudah sampai tahap duplik. Dia sudah menjalani sidang tuntutan dan dikenakan Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas kepemilikan satwa liar dan senjata api oleh Jaksa Penuntut Umum. Dari kedua pasal, Gatot terancam pidana penjara 3 tahun dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Gatot Brajamusti sendiri sebelumnya sudah divonis penjara untuk dua kasus berbeda. Atas penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Gatot dikenai pidana 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Mataram. Sementara dalam kasus kejahatan asusila terhadap anak di bawah umur, Gatot divonis 9 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(aln)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini