Lahir dari Keluarga Broken Home, Ini Curhat Maya Septha

Rena Pangesti, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 07 33 1895384 lahir-dari-keluarga-broken-home-ini-curhat-maya-septha-NBKojvUKqB.jpg Maya Septha dan Suami (Foto: Instagram)

JAKARTA – Setiap orang pastinya mendambakan mempunyai keluarga yang harmonis, namun tidak sedikit diantaranya yang menjadi ‘korban’ atas perceraian orangtuanya. Maya Septha salah satunya, namun ketimbang terpuruk dengan keadaan dirinya justru ingin membuktikan bahwa ia bisa berhasil atas kerja keras. Hal inilah yang dituliskan seorang Maya Septha dalam akun instagram miliknya.

Lama tidak melihat Maya Septha wara-wiri di televisi sebagai presenter maupun berakting dalam layar lebar di Tanah Air, kini dirinya pun terlihat sibuk mengurus bisnis serta keluarga dalam beberapa foto yang ia unggah di Instagram. Tidak hanya sekedar mem-posting foto, pemain film Gotcha di tahun 2006 ini juga sering membagikan tulisan yang menginspirasi dalam setiap caption di fotonya.

(Baca Juga: Di Aplikasi Live Streaming, Pertama Anissa Aziza Lihat Raditya Dika)

(Baca Juga: Percakapan Yulia Mochammad dan Anak Sulung Opick Beredar, Warganet Ikut Geram)

Sejak dulu saya hidup sebaik baiknya supaya orang ngga tunjuk saya lalu bilang "oh pantesan kayak gitu, dari keluarga broken home sih." Saya selalu berprestasi sampai ketidaksempurnaan latar belakang saya ngga perlu jadi jati diri saya. I am so much more than where i came from. Saya menolak nasib saya ditentukan bibit bebet bobot darimana saya berasal. Saya menolak kalau masa depan saya harus sama seperti masa lalu yang saya lihat. Long time ago i have decided NO THATS NOT FOR ME. Tuhan berfirman masa depan saya penuh harapan. Bukan rancangan kecelakaan. Itu yang saya pegang. Itu juga yang saya lakukan dan berusaha wujudkan karena iman tanpa perbuatan adalah mati. Hidup kita tergantung apa yang kita pikir. Apa yg kita pikir mempengaruhi apa yang kita rasa. Perasaan menentukan apa yang kita buat. Nah kumpulan perbuatan kita jadi nasib kita. Mulainya darimana? dari pikiran. Kalau saya pikir masa depan saya gaakan bagus maka itulah yang jadi. Tapi saya hidup tidak dari apa yang saya lihat tapi apa yang saya imani. Iman saya dari pendengaran akan firman Tuhan. Firman Tuhan yang saya kerjakan, hidup di dalam saya dan menyelamatkan saya. I live by faith and not by sight. Jumpsuit by @mayasepthacouture

A post shared by Maya Septha (@mayaseptha7) on


Maya pun kembali menuliskan kisah inspiratifnya yang bertemakan mengenai keberhasilan seseorang tidak bergantung terhadap latar belakangnya, termasuk juga mereka yang terlahir dari keluarga broken home.

“Sejak dulu saya hidup sebaik baiknya supaya orang ngga tunjuk saya lalu bilang 'oh pantesan kayak gitu, dari keluarga broken home sih.' Saya selalu berprestasi sampai ketidaksempurnaan latar belakang saya ngga perlu jadi jati diri saya. I am so much more than where i came from. Saya menolak nasib saya ditentukan bibit bebet bobot darimana saya berasal. Saya menolak kalau masa depan saya harus sama seperti masa lalu yang saya lihat. Long time ago i have decided NO THATS NOT FOR ME,” tulis Maya pada fotonya yang tampak cantik mengenakan busana bermotif batik.

Wanita 31 tahun itu juga berujar bahwa dirinya selalu menyertakan Tuhan dalam setiap perbuatannya.

“Tuhan berfirman masa depan saya penuh harapan. Bukan rancangan kecelakaan. Itu yang saya pegang. Itu juga yang saya lakukan dan berusaha wujudkan karena iman tanpa perbuatan adalah mati. Hidup kita tergantung apa yang kita pikir. Apa yg kita pikir mempengaruhi apa yang kita rasa. Perasaan menentukan apa yang kita buat. Nah kumpulan perbuatan kita jadi nasib kita,” sambung Maya.

 

Kehidupan seks pernikahanmu adalah indikasi seberapa sehat pernikahanmu.  Beberapa pasangan tidak  lagi melakukan seks dalam pernikahannya dan itu berbahaya. Kenapa pada saat belum menikah kita pikir kita akan melakukannya setiap waktu. Dari hubungan seksual dapat dibaca hubungan pernikahannya. Jika suami isteri merasa dekat,  komunikasi lancar dan bisa saling sepakat dalam hal hal maka hubungan seks bisa terjadi kapan saja. Tetapi jika sering adu argument, sering salah paham, maka hubungan seks mereka terganggu. Betul atau tidak? Boro boro mau dipegang. Karena berantem terus dan salah mengerti terus, lama lama jadi males. Akhirnya tambah mundur terus dan akhirnya satu bulan dua bulan tidak terjadi seks sama sekali. Padahal seks penting dalam pernikahan. Semakin kita mengerti perbedaan satu sama lain, semakin komunikasi lancar dan jarang berargumentasi satu dengan yang lain, maka akan semakin mudah kita untuk melakukan hubungan seks suami isteri. Kalau bisa melakukan hubungan seks seminggu sekali itu baik. Dua kali seminggu, jempol. Lebih dari itu TOP. Setiap hari? Kasihtau saya apa tips nya hahaha Banyak suami isteri yang cuma suaminya aja yg ngebet tapi isterinya males. That’s not a good thing. Karena harus dinikmati kedua pihak. BETTER MARRIAGE - Jeffrey Rachmat. Batik Jumpsuit @mayasepthacouture

A post shared by Maya Septha (@mayaseptha7) on


Baginya, keberhasilan itu bisa dimulai dari sebuah niat dari pikiran masing-masing serta rasa syukur terhadap Sang Maha Esa.

“Mulainya darimana? dari pikiran. Kalau saya pikir masa depan saya gaakan bagus maka itulah yang jadi. Tapi saya hidup tidak dari apa yang saya lihat tapi apa yang saya imani. Iman saya dari pendengaran akan firman Tuhan. Firman Tuhan yang saya kerjakan, hidup di dalam saya dan menyelamatkan saya. I live by faith and not by sight,” tutup Maya.


Tulisan Maya pun disambut positif oleh warganet. Banyak diantaranya yang mengucapkan terima kasih atas cerita yang menginspirasi.

Kata2nya sangat menguatkan,” tulis Momiemayome.

Thanks kak for sharingg terbekati sekali ❤,” kata Hanaselvie.

Syalom.. kak Maya inspirasi. Jesus bless you @mayaseptha7,” ungkap Melyjayn02.

"Sangat terberkati dgn caption-nya.. terimakasih @mayaseptha7 .. Jesus bless you all the way.. all the time..,” tambah Ladyroseline.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini