Tak Terima Dituntut 15 Tahun Penjara, Gatot Brajamusti Ajukan Nota Pembelaan

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 33 1872808 tak-terima-dituntut-15-tahun-penjara-gatot-brajamusti-ajukan-nota-pembelaan-rTUNbr2Jxe.jpg Gatot Brajamusti (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Pihak Gatot Brajamusti memberikan tanggapan atas hasil sidang tuntutan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018). Menurut Achmad Rulyansyah selaku kuasa hukum Gatot, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sangat tidak masuk akal.

"Kita sudah menunggu sekian lama lalu tiba-tiba dituntut pidana maksimal. Kita anggap JPU telah salah mengerti dan memaknai fakta persidangan," kata Ruly usai sidang.

Seperti diketahui, Gatot Brajamusti dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider satu tahun kurungan oleh JPU dalam kasus kejahatan seksual atau asusila. Ia dinilai melanggar ketentuan dalam Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(Baca Juga: Bangganya Sandy Thema Bisa Makan Malam Bersama PM Kanada, Justin Trudeau)

(Baca Juga:Dikenal Suka Ngelawak, Sule Tak Melucu saat Syuting HongKong Kasarung)

Di balik pendapat tentang tuntutan JPU yang dinilai tidak masuk akal, Achmad Rulyansyah memiliki dasar yang menurutnya cukup kuat. Salah satunya seperti keterangan saksi yang menyebut CTP sudah berstatus sebagai pasangan sah Gatot Brajamusti.

"Semua saksi yang kita hadirkan mengatakan CT adalah istri siri Gatot. Jadi persetubuhan itu tidak ada paksaan," terang Ruly.

"Saksi Citra sendiri mengatakan sudah dinikahi Gatot sebelum persetubuhan," lanjutnya.

Mengacu pada keterangan saksi yang mereka hadirkan ke persidangan, pihak Gatot Brajamusti pun menyatakan siap mengajukan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang mendatang. Selain alasan yang sudah disampaikan, Achmad Rulyansyah juga menilai kliennya belum mendapatkan keadilan.

"Harusnya jaksa pakai hati nurani. Harusnya jaksa adil, Gatot itu sudah menjalani masa hukuman," tandas Ruly.

Sidang pembelaan Gatot Brajamusti sendiri akan digelar 29 Maret 2018. Agenda tersebut dijadwalkan dengan jeda dua hari setelah sidang pembacaan tuntutan terhadap kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar pada 27 Maret 2018.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini