nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Tuntutan Gatot Brajamusti Belum Siap Dibacakan, Hakim Tegur JPU

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 16:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 14 33 1872709 dua-tuntutan-gatot-brajamusti-belum-siap-dibacakan-hakim-tegur-jpu-8ybpUcv3Hz.jpg Gatot Brajamusti (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Sidang pembacaan tuntutan Gatot Brajamusti yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018) kembali mengalami penundaan. Sebab, dua dari tiga tuntutan yang harusnya dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap dibacakan.

"Untuk yang senjata api dan satwa liar belum siap," kata JPU Hadiman yang menangani kasus Gatot Brajamusti.

Mendengar jawaban JPU, Achmad Guntur selaku Hakim Ketua Majelis tampak menggelengkan kepala. Ia kembali melontarkan teguran kepada JPU lantaran belum bisa membacakan tuntutan, sama seperti yang dilakukan dalam sidang dua pekan lalu.

(Baca Juga: Sindir Deddy Corbuzier, Nikita Mirzani: Enggak Usah Sok-sokan!)

(Baca Juga: Keluarga Jawab Isu Kebangkrutan Roro Fitria)

"Saya pikir sudah siap. Susahnya dimana? Sudah berapa kali penundaan loh. Letak kesulitannya dimana?," kata Achmad Guntur.

"Saya sudah tidak menyiapkan kata-kata. Mau bilang apa lagi? Saya pikir sudah disiapkan," lanjutnya.

Seperti diketahui, sidang pembacaan tuntutan terhadap Gatot Brajamusti sudah tiga kali ditunda. Pertama kali digelar pada 13 Februari 2018, sidang harus ditunda lantaran surat tuntutan belum siap dibacakan. Pun halnya dengan dua sidang berikutnya yakni pada 22 Februari dan 1 Maret 2018, JPU juga meminta penundaan dengan alasan serupa.

Kendati demikian, Achmad Guntur selaku Hakim Ketua Majelis masih memberikan kesempatan bagi JPU untuk menyusun berkas tuntutan Gatot Brajamusti dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar. Permohonan penundaan JPU pun dikabulkan, dan sidang akan kembali digelar dua pekan dari sekarang.

"Selasa 27 Maret 2018, karena kalau satu minggu saya tidak bisa. Saya minta jangan ditunda lagi," tegas Achmad Guntur.

Sementara untuk tuntutan kasus pelecehan seksual atau asusila, JPU saat ini masih membacakan berkas. Namun awak media tidak diperkenankan masuk ruangan lantaran sidang digelar tertutup.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini