Movie Review: Insidious: The Last Key, Kunci Pembuka Film Horor 2018

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 03 206 1839158 movie-review-insidious-the-last-key-kunci-pembuka-film-horor-2018-YLqIufneDD.jpg Insidious: The Last Key

JAKARTA Insidious: The Last Key menjadi film horor pembuka di tahun 2018. Film ini merupakan film keempat dari franchise horor yang sebelumnya telah menelurkan Insidious (2010), Insidious: Chapter 2 (2013), dan Insidious: Chapter 3 (2015).

- Baca Juga: Bikin Kecewa, Jadwal Rilis Insidious 4 Diundur hingga 2018

Cerita pun semakin mengerucut pada kisah parapsychologist Dr. Elise Rainier (Lin Shaye). Elise harus kembali bergelut dengan iblis yang mengganggu kehidupan manusia.

Film ini menguak begitu banyak fakta tentang masa kecil Elise mulai dari sejak kapan ia bisa berkomunikasi dengan makhluk halus hingga latar belakang keluarganya. Elise kecil adalah sosok tertindas dengan gaya pendidikan keras sang ayah.

Alih-alih menawarkan sesuatu yang baru nan menyegarkan, Insidious: The Last Key justru memilih jalur berbeda.

Mereka seolah berjalan menuju arah kehancuran. Insidious kehilangan arah dan lupa cara bagaimana mengejutkan para penonton di bioskop.

Iblis dengan jari-jari berupa kunci seperti yang ditampilkan di trailer nyatanya tak mampu mendongkrak keseraman Insidious seperti di level awal. Seperti diketahui, hasil karya franchise ini mulai terlihat menurun pada sejak film ketiganya.

Alhasil, film pun berjalan dengan biasa saja. Tak ada banyak hal menarik yang bisa meninggalkan kesan bagi para penonton. Petualangan Elise kali ini kurang menegangkan, atau bahkan bisa dibilang tidak menyeramkan.

Okezone memberikan nilai 4,5 untuk film Insidious: The Last Key. Sebagai sebuah franchise horor yang sudah memiliki basis penonton banyak, Insidious seharusnya bisa memberikan sesuatu yang lebih.

- Baca Juga: Insidious 3 Sebentar Lagi "Bergentayangan"

Mereka seharusnya mampu memberikan sensasi menikmati film horor layaknya film pertama dan kedua.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini