Marak Aksi Boikot, Lorde Batalkan Konser di Israel

Lidya Hidayati, Jurnalis · Selasa 26 Desember 2017 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 26 205 1836065 marak-aksi-boikot-lorde-batalkan-konser-di-israel-Rs013Y57Jd.jpg Lorde (Foto: People)

LOS ANGELES - Keadaan politik yang terus memanas di Israel memberikan dampak negatif ke hal-hal di luar itu. Salah satunya adalah dibatalkannya konser Lorde di Tel Aviv tahun depan.

Pembatalan konser Lorde di Tel Aviv yang dijadwalkan pada Juni 2018 pertama kali diketahui dari pemberitaan Jerusalem Post. Dalam pengumumannya, Lorde meminta maaf dan berharap suatu hari nanti bisa tampil di depan penggemarnya di Tel Aviv.

"Aku telah menerima begitu banyak pesan dan surat dan sudah banyak berdiskusi dengan orang-orang yang punya pandangan dan aku pikir keputusan yang tepat saat ini adalah membatalkan konserku,' demikian pernyataan Lorde dilansir Entertainment Tonight, Selasa (26/12/2017).

Baca juga: Dikritik Fans, Lorde Klaim Bukan Anggota 'Girls Squad' Taylor Swift

Ia melanjutkan, "Aku bangga karena menjadi seorang warga negara yang tahu informasi. Aku sudah banyak membaca dan mencari opini sebelum memutuskan untuk menggelar konse di Tel Aviv. Tapi, aku tak terlalu bangga mengakui aku tak membuat panggilan yang tepat untuk yang satu ini."

Di bagian akhirnya, solois 21 tahun itu berkata, "Tel Aviv, adalah mimpiku selama bertahun-tahun bisa mengunjungi salah satu bagian dunia yang indah itu. Dan aku benar-benar minta maaf karena membatalkan komitmenku untuk datang tampil di depan kalian. Aku harap suatu hari nanti kita bisa menari bersama."

Keputusan Lorde untuk membatalkan konsernya itu diterima oleh pihak promotor di Israel. Eran Arielli, promotor Lorde di Israel mengatakan timnya menghormati keputusan Lorde walaupun mereka menyesalinya.

"(Kami) sangat kecewa karena Lorde membatalkan konsernya di Tel Aviv setelah menerima tekanan dari gerakan radikal boikot Israel. Artis tak seharusnya tak terkait dengan pandangan politik dari kelompok kecil tapi bersuara keras," tutur Eran Arielli.



Sebagai promotor, Eran mengakui jika ini bukanlah pertama kalinya konser yang ia prakarsai di Israel batal karena keadaan politik di sana. Sudah bertahun-tahun terakhir ini Eran merasakan pahitnya mendengar keputusan artis untuk membatalkan konser di Israel,

"Selama beberapa tahun terakhir, banyak artis yang merasakan tekanan yang sama seperti Lorde dari grup pemboikot selama berminggu-minggu. Beberapa memutuskan membatalkan konsernya, tapi kebanyakan, bakan sampe ratusan sebenarnya, tetap bertahan. Belakangan, sejumlah artis telah bicara keras dan menentang gerakan memecah belah, polarisasi, dan kediktatoran dari gerakan boikot Israel," pungkas Eran.

Baca Juga: Biar Keren, Lorde Tak Sabar Ingin Berkolaborasi dengan CL

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Israel, Miri Regev juga mengungkapkan kekecewaannya pada keputusan Lorde. Padahal, Miri Regev berharap Lorde bisa memberikan harapan baru bagi masyarakatnya di tengah kondisi sulit ini.

"Lordem aku harap kau bisa menjadi seorang pahlawan wanita sejati (pure heroine), seperti judul album pertamamu, menjadi pahlawan untuk budaya yang sebenarnya, bebas dari pertimbangan politik asing dan konyol," kata Miri Regev dikutip dari NBC News.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini