Resolusi Glenn Fredly di 2018, Majukan Industri Musik dengan Cara Ini

Alan Pamungkas, Jurnalis · Senin 18 Desember 2017 01:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 18 205 1831874 resolusi-glenn-fredly-di-2018-helat-konferensi-musik-indonesia-perdana-gZ6ldDe3rD.jpg Glenn Fredly (Foto: Instagram)

JAKARTA - Glenn Fredly menjadi salah satu musisi Indonesia yang konsen akan majunya industri seni dan budaya di Tanah Air. Ia pun mempunyai mimpi agar industri seni dan budaya bisa menjadi penopang ekonomi bangsa Indonesia.

Dengan mimpi itu, Glenn bersama dengan komunitas Kami Musik Indonesia akan menghelat Konferensi Musik Indonesia perdana di Kota Ambon. Pemilihan tempat ini karena Ambon dinilai sebagai kota yang produktif menghasilkan penyanyi dan seniman.

(Baca Juga: Ditantang Nyinden Lagu Jawa, Dewi Gita: Susah Pisan)

(Baca Juga: Hengkang dari Kotak, Posan Tobing Hadirkan Sekuel Pelan-Pelan Saja)

"Yang menarik dicermati adalah kita kaya akan konten, kaya akan materi yang begitu beragam, dri konten modern hingga tradisi. Itu kekayaan musik yang sangat sangat sangat luar biasa sih. Kalau 2018 kita ada konferensi musik Indonesia yang pertama akan dibuat di Ambon City Of Music di sini akan sangat menarik karena akan mempertemukan stake holder ekosistem musik Indonesia. Akan bertemu dan berdiskusi di Ambon," jelas Glenn.

Di konferensi itu, Glenn berharap agar seluruh musisi berkumpul untuk merumuskan nasib industri. Menjadikan seni budaya sebagai salah satu faktor pendukung kemajuan bangsa. Imbasnya, nasib musisi juga terjamin.


"Betapa penting bicara positioning dalam arti menginventarisir, memposisikan musik Indonesia sendiri, seperti apa sih musik indonesia sendiri, begitu luas. Tagline Kami Musik Indonesia ini menjadi kekuatan, kita bisa mendorong agar lahirnya integrasi sistem musik Indonesia dari tradisi sampai kontemporer, dunia pendidikan hulu ke hilir. Pengelolaannya dan bisnisnya ini kan semua terhubung. Ya jadi semacam tag bahwa Kami Musik Indonesia gak hanya musisinya aja. Musik itu ibaratnya jadi payungnya, di bawah payung itu jadi produser, ada pendidiknya ada pebisnisnya ada promotor, ada macem macem. Penikmatnya masuk dalam ekosistem Kami Musik Indonesia. Makanya ada tiga, ada ekosistem musik, ada swastanya gitu yak, private sector-nya dan pemerintah," lanjut Glenn.

Bagi Glenn sendiri, musik bukan sekadar hiburan .Payung hukum yang telah dibuat pemerintah harus direspons dengan cepat agar industri terus berjalan, contohnya Undang-Undang No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dengan niatan ini, Glenn yakin generasi mendatang akan merasakan kuatnya sistem industri musik Tanah Air.

"Kita meyakini dengan hal yang baik dan positif. Dinamika berbeda kontra dengam lahirnya UU ini kita melihat merespons sebagai hal yang positif . Sistem harus dikawal, masyarakat jangan dibiarkan sendiri tanpa aturan, ini simbiosis mutalismenya gitu. Saya sering bilang jangan lihat musik jadi sekadar hiburan. Klo kita stop di hiburan yaudah kita akan lihat ya hiburan aja, enggak bisa. Musik itu harus dilihat secara holistik mempunyai kekuatan untuk memperkuat karakter budaya bangsa bahkan membangun ekonomi bangsa, menjadi pendorong pemasukan. Bicara pendidikan bicara katalog musik kita itu kan berhubungan semua. Enggak bisa dipisah pisah. Dan semua ini demi satu, generasi ke depan," sambung Glenn.

Glenn mencontohkan Ambon. Secara kuantitas Ambon memang memiliki segudang penyanyi berbakat. Namun sayangnya pengelolaan dan manajemen penyanyi di sana kurang produktif.

"Konferensi Musik di Ambon nanti akan menjadi prototipe betapa musik menjadi roh, bahwa sebuah kota mencanangkan sebuah kota musik otomatis, musik itu menjadi penggerak ekonomi pembangungan kota tersebut. Penting dibekali kan, enggak hanya banyak penyanyi aja, klo ada penyanyi tapi gak ada pengelolanya. Infrastrukturnya harus ada karena ini terhubung. Jadi kenapa itu sebabnya konferensi musik Indonesia yang pertama itu di Ambon, relevansinya akan sangat kuat dengan konteks kemajuan kebudayaan UU ini," pungkas Glenn Fredly.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini