nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agnez Mo dan Joe Taslim, Libatkan Budaya Indonesia dalam Kancah Internasional

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Sabtu 28 Oktober 2017 11:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 28 33 1804097 agnez-mo-dan-joe-taslim-libatkan-budaya-indonesia-dalam-kancah-internasional-WMZHKABfJV.jpg Agnez Mo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perkembangan budaya asing yang masuk dalam kehidupan masrayakat Indonesia datang dari berbagai negara baik barat dan timur. Hal itu tak melulu memabawa dampak buruk bagi masyarakat, khususnga pegiat seni.

Sebut saja Agnez Mo dan Joe Taslim. Kedua seniman yang bekerja dalam bidang tarik suara dan seni peran tersebut telah sukses membawa kariernya hingga kelas internasional.

Baca Juga: Bantah Sekedar Eksis, Happy Salma Beberkan Alasan Kembali Akting

Agnes Mo telah menancapkan kaki di kancah internasional sejak 2009 dengan tampil dalam fstival musik Asia atas nama perwakilan Indonesia. Keseriusannya untuk go international makin giat dan dibuktikan dengan sederet single dan album yang diproduksi untuk pasar internasional.

Seperti single Paralyzed dengan lirik berbahasa Inggris dan album AGNES MO yang dirilis pada 2013 sebagai album berbahasa Inggris pertama miliknya.

Tak hanya itu, ia kembali membuktikan keseriusannya dengan melakukan kolaborasi bersama Timbaland dan T.I dalam lagu Coke Bottle. Serta, baru-baru ini pada 10 Oktober 2017, Agnez meluncurkan debut album internasionalnya bertajuk X dengan dua single yakni Long As I Get Paid dan DAMN I Love You.

Bukan hanya karya berbahasa asing yang ditunjukkan. Agnez pun melakukan kombinasi budaya Indonesia dalam sejumlah kostum di video klip mililnya. Seperti pada lagu Paralyzed, Coke Bottle dan Long As I Get Paid yang menyisipkan pakaian tradisional Indonesia yakni kebaya dan sentuhan kain batik yang membuatnya dibanjiri pujian dari masyarakat Indonesia dan ranah fesyen dunia.

Ada pula Joe Taslim. Aktor berdarah Palembang tersebut telah menunjukkan seseret kemampuannya dalam proyek hollywood dan tayang dalam festiva film kelas dunia.

Sebut saja film The Raid : Redemption yang membawa kemampuan aktingnya hingga Toronto International Film Festival. Dilanjutkan dengan sederet proyek di luar Indonesia seperti Dead Mine yang diedarkan lewat saluran televisi kelas Asia.

Selanjutnya, ia dipercaya untuk hadir sebagai tokoh Jah dalam film sekuel fenomenal Fast & Furious 6. Tak main-main, Joe pun menyisipkan bahasa Indonesia yang membuat seantero Nusantara heboh. Ia menyebutkan seruan 'Hantam Mereka!' dalam salah satu adegan.

Tak berhenti sampai disitu, ia juga mendapat penghargaan di APAN STARS AWARDS yang merupakan ajang dari Korea, sebagai aktor favorit dari Indonesia. Penghargaan itu membawa kariernya di Hallyu World dengan sederet aktor asal Negeri Ginseng tersebut dalam film Swordsman. Bukan sebagai orang Indonesia atau pria berwajah Asia, Joe dipercaya sebagai orang Korea asli untuk memerankan karakter Gurutai.

Selain itu, saat ini ia tengah melakukan persiapan untuk proyek serial televisi Amerika pertamanya yang berjudul Warrior dengan mengangkat ide cerita dari legenda Bruce Lee. Joe telah berangkat ke Afrika Selatan untuk melalukam syuting serial tersebut.

Baca Juga: Eheemm, Happy Salma Tak Sungkan Tambah Momongan Lagi

Agnez Mo dan Joe Taslim telah mewakili dua dari sekian seniman Indonesia di kancah Internasional. Keduanya pun tak ragu untuk melibatkan beberapa unsur budaya Indonesia di dalam karya dunia mereka.

Hal ini membuktikan keduanya telah mengamalkan bunyi Sumpah Pemuda, yakni terkait dengan Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia dan Bahsa Indonesia.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini